5 Jenis Makhluk Halus & Tips Jitu Menghadapinya

0
632

Bagi cah ndeso sepertiku, yang lahir di tahun 70-80an, bergaul dengan makhluk halus adalah bagian dari cara kami waktu kecil menghabiskan hari-hari yang menyenangkan. Tentu kami tidak bisa mengidentifikasi, jin atau setan lulusan mana yang jadi genderuwo, wedon, banaspati, gundreng, atau model lain yang bersuara tanpa rupa.

Yang pasti, interaksi itu terjadi dan mengalir begitu saja, saat bercerita kepada orang tua, juga tampak biasa dan tidak heboh. Setelah diwedeni (digoda), kami baru dapat, sebut saja, doa, agar wedenan tadi hilang.

Nginjen jangkrik adalah salah satu kegiatan malam yang menyenangkan, salah satu komitmen yang harus ditaati bersama adalah tidak boleh bilang jika salah satu diantara kami melihat wedenan, jika terpaksa takut tidak boleh berteriak apalagi lari agar “pasukan” tidak kocar kacir.

Caranya, seorang yang melihat tadi memegang tangan salah satu teman, biasanya, yang dipegang tangannya tadi ikut melihat. Jika masih takut pegang yang lainnya lagi, begitu seterusnya sampai kami semua berpegangan. Sudah begitu, kadang masih ada yang tidak melihat sang wedenan.

Saat berpegangan inilah, kami mengambil kesepakatan, diam hingga wedenan pergi, atau lari setelah bersepakat lari ke mana dan terlebih dulu berhitung… satu, dua, tiga.

Hweer, searah dan kompak. Wedenan tidak punya kreatifitas saat melakukan aksinya, sehingga kami dapat mengenali, wong ya gitu gitu saja. Monoton. Berikut sebagian wedenan yang kami kenal dan cara kami atau doa menghadapinya:

1. Genderuwo, paling sering di rumpun bambu, suka klotekan dan sering kami tirukan. Modus, merobohkan (jawa: mentelung) salah satu pohon hingga daun dan dahannya memenuhi jalan dan kami tak bisa lewat. Caranya, ambil salah satu daun, bawa lari, dia akan mengejar dan minta maaf.

2. Wedon, semacam pocong. Modus, bergerak meninggi (jawa: modod). Caranya ?. Sangat gampang, cukup katakan; “Ijek duwur dek ingi… !,”. Dijamin, wedon langsung ilang.

3. Banaspati, bola api terbang. Caranya, tiarap sampai dia ilang. Selesai.

4. Gundreng, semacam perempuan berambut panjang kulit bersisik. Modus, nggandul perahu atau berenang. Caranya, nggak ada yang berani, kalau sedang bluron dan dia muncul, kami pulang.

5. Suara tanpa rupa. Caranya, ditirukan, dia akan berhenti. Ada doa yang bagus, yaitu saat kami melihat kilat

Tapi, kenapa wedenan kini tak lagi ada ?

SHARE
Politisi PKB di Bojonegoro, menyukai sejarah. Punya kebiasaan mengunjungi situs-situs kuno.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here