5 Peribahasa ‘Bulan’  yang Mulai Jarang Diucapkan

0
177
foto: pinterest

Besok adalah hari pertama bulan Ramadhan.  Alhamdulillah NU dan Muhammadiyah barengan memulai bulan suci ini, yakni tanggal 17 Mei 2018.  Karena perbedaan awal puasa sangat mungkin diikuti perbedaan 1 Syawwal. Artinya Hari Raya Idul Fitri akan berbeda.

Nah, ngobrolin tentang bulan, kok jadi ingat dengan peribahasa Indonesia yang kini sudah jarang digunakan dalam percakapan atau tulisan-tulisan. Peribahasa padahal mempunyai makna yang cukup mendalam.

Kata bulan juga mempunyai citra sesuatu yang indah. Banyak perumpamaan tentang kecantikan yang dihubungkan dengan bulan. Misalnya ungkapan “kecantikanmu seperti bulan purnama” atau “wajahmu bersinar seperti bulan purnama”.  Begitulah.

Lalu apa hubungan Ramadhan dengan perumpamaan-perumpamaan itu? Itulah terpenting. Karena ternyata tidak ada hubungannya sama sekali. Tapi sebagaimana tulisan dijudul, kami telah memilihkan lima peribahasa yang ada kata “CINTA” nya. Tulisan ini sekaligus upaya kecil mempertahankan keberadaan peribahasa.

  1. Bagai anak bulan

Artinya : tabiat seseorang tiada tentu, kadang-kadang baik kadang-kadang buruk.

  1. Bagai bulan empat belas

Artinya : bentuk tubuh seorang wanita yang teramat bagus

  1. Bulan di pagar bintang

Artinya : sesuatu yang sangat cocok, barang baik dihiasi dengan barang baik pula.

  1. Seperti bulan dimakan rahu

Artinya : seseorang yang sedang bercanda dengan asyiknya.

  1. Seperti bulan dengan matahari

Artinya : persahabatan yang serasi, karena sama-sama baik atau cantinya.

Oh ya, peribahasa itu kami ambil dari ‘Kamus 5000 Peribahasa Indonesia’ karya Heroe Kasida Brataatmadja, terbitan Kanisius tahun 1991 (cetakan ke-4). Buku yang kami beli dari Pak Zulkifli, penjual buku berusia 89 tahun. Siapa pak Zul? Suatu saat akan kami ceritakan ya!

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here