BMI: Pekerdja di Djawa Tempo Doeloe

0
213
foto: gang kecil

BMI singkatan dari Buku Minggu Ini. Ya, BMI adalah suguhan Gang Kecil untuk memberi alternatif buku bacaan. Karena terkadang kita berada di saat di mana kita kebingungan harus membaca buku apa. Nah, BMI hadir menghampiri Anda dan menawarkan buku apa yang perlu dibaca. Jika buku yang ditawarkan ternyata tak menarik, ya lewati saja. Karena kami bukan guru, melainkan sekadar berbagi. Bikin santai saja. Stel kendho.

***

Tak sulit menemukan alasan kenapa harus membaca buku ini. Mulai sejarah, budaya, foto langka, dan tentu saja kepuasan mereguk informasi yang jarang disebar ke publik, menjadikan membaca buku ini bikin “kenyang”. Ditambah dengan kertas yang dipakai adalah kertas lux, enak dipegang dan sedap dipandang.

Buku ini adalah buah karya warga Belanda bernama Oliver Johannes Raap. Oliver (sebagaimana informasi yang tertulis di kuping sampul buku) lahir 5 Oktober 1966 di sebuah desa di Belanda. Ia kuliah di jurusan arsitektur, menekuni berpetualang, berlayar, memasak, mengoleksi barang antik. Asyik banget kan ya?

Kegemarannya mengoleksi barang antik itulah yang membuatnya berkeliling sampai ke Jawa. Ia kemudian mengoleksi barang-barang kuno yang berkaitan dengan Indonesia. Ia bahkan berkeliling ke beberapa tempat untuk membuktikan apa yang diperoleh dari gambar di kartu pos yang dikoleksi. Tak hanya itu, ia melakukan riset untuk memperkaya pengetahuannya tentang kartu pos kuno. Kartu pos koleksinya dibuat sekitar tahun 1890-1940.

Kenapa tema Jawa yang dipilih? “Saya menaruh keindahan pulau ini beserta budaya yang dianut penduduknya. Koleksi kartu pos yang berkenaan dengan Jawa terbagi menjadi dua bagian, yaitu kartu pos yang menggambarkan geografis Jawa (contohnya pemandangan kota) dan kartu pos yang menggambarkan nongeografis Jawa (contohnya potret orang dan budaya)”. (hal: ix)

Model tulisan buku ini cukup simpel. Setiap satu halaman memuat foto di kartu pos kuno dan tulisan penjelas. Misal “Tukang Kopi” di halaman 2 memuat foto dua kotak kayu dan pikulan. Kita bisa membayangkan seperti penjual-penjual keliling yang menggunakan pikulan. Penjual juga membawa kompor, gelas, gula, kopi, dan kebutuhan lain. Di kartu pos itu tertulis “Toekang Koppie”.

Seno Gumira Ajidarma menulis dalam kata pengantar, bahwa Oliver menulis buku ini secara obyektif. “Apabila kemudian pembaca mempertimbangkan segala penjelasan, dan mengaitkannya dengan perbendaharaan pengetahuannya sendiri, sebagaimana teks yang satu akan mengantarkan kepada teks lain, yaitu suatu interteks, maka dari sanalah, dan seterusnya, saya kira buku ini akan menjadi suatu sumbangan yang sangat berguna-sebagaimana pula telah saya rasa dan dapatkan.” (hal:viii)

Penulis membagi buku ini ke dalam 9 bab. Bab 1 Pedagang Kecil, Bab 2 Pertokoan dan Warung, Bab 3 Kerajinan, Bab 4 Pengabdi dan Penjual Jasa, Bab 5 Keahlian, Bab 6 Seniman, Bab7 Pemerintahan, Bab 8 Pertaniand an Perikanan, Bab 9 Perindustrian dan Lain-Lain.

Oh ya, buku ini diterbitkan Galang Pustaka yang pada tahun 2013 mengalami dua kali cetak. Format buku agak lebar yakni 210 x 250 mm dengan ketebalan xviii + 190 halaman. Soal harga? Cek langsung ke toko buku online atau offline ya. Selamat membaca!

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here