Fastabiqul Khoirot Online, Cara Dakwah di Masa Pandemi Covid-19

0
200
Sumber: Istimewa

Dakwah bagi agama Islam secara umum berarti kegiatan menyeru, mengajak seseorang untuk beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Dakwah bukan hanya urusan lembaga atau organisasi masyarakat. Tetapi juga menjadi tanggungjawab pribadi, khususnya orang-orang terpelajar dan terdidik.

Kegiatan dakwah seyogyanya dilaksanakan dan disiarkan secara kontinyu dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun situasinya.

Memang dakwah yang paling populer di masyarakat adalah mauidloh hasanah atau dalam bentuk ceramah, pidato, dan pengajian umum. Biasanya pembicara tunggal dan dominan monolog. Pendengar pasif.

Adakalanya mauidloh dalam bentuk kajian, berupa seminar atau kajian kitab. Pembicara bisa lebih dari satu dan semi dialog. Saat acara pembicara membawa rujukan buku dan kitab secara fisik di hadapan jemaah. Pesertanya bisa ikut aktif.

Selain dakwah yang bersifat mauidloh hasanah ada yang sifatnya uswatun hasanah. Yakni dakwah dengan cara memberi contoh yang baik. Jemaah diajak praktek langsung.

Bisa pula disebut Dakwah bil haal. Dakwah sesuai sikon. Bila ada orang yang tiap harinya susah memenuhi kebutuhan pokoknya seperti makan, minum, dan pakaian. Lalu orang tersebut hanya kita ceramahi bagaimana menjaga kesucian badan dan pakaian, ya kurang tepat. Lebih pas bila kita ulurkan makan minum atau kita kasih pekerjaan dulu. Selanjutnya baru kita beri mauidloh.

Paragraf-paragraf di atas hanya pengantar, bukan dakwah. Tulisan ini sebenarnya ingin merekam kegiatan dakwah Ramadhan 1441 H di Bojonegoro selama wabah Corona 19. Tidak semua direkam tapi fokus terhadap kegiatan online daring yang di-inisiasi oleh komunitas yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Bukan kegiatan da’i atau muballighnya, meskipun dalam porsi sangat kecil akan disinggung.

Sebenarnya ada banyak dakwah dalam jaringan (daring/online) yang dilaksanakan oleh komunitas di Bojonegoro, namun sebagai sampel saya hanya tulis tiga komunitas berikut:

Remaja Masjid Agung Darussalam

Remaja Masjid Agung Darussalam di setiap bulan suci Ramadan, biasanya disibukkan dengan tiga agenda utama; penyediaan takjil/nasi buka puasa bagi kaum muslimin yang berbuka puasa di masjid agung; qiyamul lail berjamaah dan penyediaan makan sahur di sepuluh hari terakhir; dan menerima-mendistribusikan zakat infaq. Kegiatan penyediaan takjil dan nasi untuk berbuka puasa maupun sahur meliputi mengumpulkan donasi dari dermawan.

Namun di tengah pandemi Covid19 saat ini, hanya fokus dengan menerima dan mendistribusikan zakat infaq dan dakwah daring.

Dakwah daring disiarkan melalui berbagai saluran. Pembaca bisa mendengarkan di Radio Menara Darussalam FM pada gelombang 107.9 M.Hz atau menonton secara live melalui channel youtube Menara Darussalam TV, instagram dan facebook dengan cukup mengetik menara darussalam.

Dakwah daring yang diberi nama Ngaji Pasan Radio Menara Darussalam ditayangkan setiap hari. Pagi pukul 09.00 s.d. 19.30 WIB dan Sore pukul 16.00 s.d. 17.00.

Para narasumber adalah alumni pesantren dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri dengan didampingi host atau pendamping. Menariknya pendengar dan pemirsa Ngaji Pasan bila bertanya di nomor WA 08113246678 dan beruntung akan mendapatkan doorprise berupa kebutuhan pokok rumah tangga.

RTIK Bojonegoro

Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bojonegoro juga ambil peran untuk mengunduh berkah Ramadan meski di tengah wabah virus covid19. Ya komunitas para pegiat TIK ini mengadakan acara dengan nama: NgabuburIT Online “Download Berkah Ramadan”. RTIK Bojonegoro bisa diikuti melalui youtube dan facebook.

Bagi yang ingin aktif ngabuburit di acara ini bisa Interaktif chat melalui: meet.google.com/swg-vnex-ynz.

Acara ini menariknya adalah dari sisi narasumber melibatkan semua perwakilan masyarakat. Ada dari PCNU yang langsung diisi oleh ketuanya yakni dr. Kholid Ubed, dari PD Muhammadiyah juga langsung ketuanya, Drs. Suwito, dan unsur ormas, pemuda, pengasuh pondok pesantren, akademisi, guru, dan individu-individu yang berkompeten.

Setiap hari bisa diikuti melalui facebook dan aplikasi yang sedang hot in yaitu meet pada pukul 15.30 selama 1 jam.

Attanwir TV

Pondok Pesantren Attanwir di Talun, Kecamatan Sumberrejo juga menyiarkan kajian kitab kuning selama Ramadan setiap hari. Dengan label Ngaji Online, bisa ditonton melalui laman facebook dan channel youtube “Attanwir TV.” Rencana tayang sampai tanggal 18 Mei 2020 dengan jadwal setiap hari (kecuali hari Jum’at) dengan waktu yang sama.

  1. K. M. Harsono kitab Fathul Qorib (08.00-09.00)
  2. KH. Hamim Sanadi kitab Riyadhus Sholikhin (09.00-10.00)
  3. Ust. Abdul Salam kitab Bulughul Marom (10.00-11.00) dan ustadz-ustadz lainnya dengan mengkaji kitab kuning yang berbeda-beda.

Bagi yang ingin tanya jawab dengan beliau-beliau bisa kirim pesan atau DM pertanyaan di instagram @santriattanwir / @attanwir_tv dan semua pertanyaan Insya Allah akan dijawab di setiap live streaming.

Selain tiga komunitas yang menayangkan dakwah daring sebagai respon pandemi covid19, masih ada banyak sebenarnya channel-channel serupa.

Boleh saya sebutkan disini ada; youtube mansabo diisi oleh guru-guru MAN 1 Bojonegoro meskipun baru empat unggahan yang khusus materi ramadan 1441 H ini.

Pesantren di Mayangkawis Balen juga aktif berdakwah di medsos melalui akun facebook pribadi pengasuhnya sekaligus sebagai pemateri tunggal, Toha Abrori. Ada juga akun facebook pesantren gubuk taqrib Dander bisa dibilang aktif berdamai dengan wabah covid19 dengan tetap berdakwah.

Dari korp penyuluh agama islam fungsional (PAF) Kantor Kemenag Bojonegoro, bergerak secara individu membuat channel pribadi dan memberikan taushiyahnya masing-masing. Yang bisa saya pantau adalah ustadz berikut: Ihwanuddin, Habrun, Yusuf.

Yang muncul belakangan (sebatas pengamatan singkat saya) adalah Kultum Ramadhan Online di channel youtube Universitas Bojonegoro yang tayang perdana Kamis 7 Mei 2020. Rencana tayang 5 hari setiap pukul 17.00.

Tulisan ini hanya memotret geliat media sosial dalam ber-fastabiqul khoirot dalam berwasiat kebenaran dan kesabaran di tengah wabah. Dan sama sekali tidak bermaksud mengurangi peran-peran da’i lain seperti kiai-kiai langgar, guru-guru ngaji yang secara istiqomah mendampingi masyarakat awam. Wallahu al-musta’an 

6 Mei 2020

SHARE
Penulis beberapa kali menerjemahkan sastra Arab, dan suka nguliner dan jalan-jalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here