Kearifan Lokal Vs Covid-19

0
70
Ilustrasi/Sumber: Pixabay

Hidup di negeri ini (aman, subur, indah dll) mesti disyukuri. Ketika pandemi covid-19 mendera, alam sekitar kita sebenarnya telah menyiapkan sejumlah perangkat pemusnah virus pageblug tersebut dengan segala kearifan lokalnya.

Orang dahulu (nenek moyang kita) mengidentifikasi virus dengan sebutan ‘sawan’. Mereka mengajarkan kita jika datang dari mana saja, harus membasuh kaki dan mencuci tangan sebelum masuk rumah (jauh  sebelum pemerintah mengingatkan agar taat prokes dg slogan 5M). Termasuk jika selepas kita menghantarkan jenazah saudara/kerabat ke tempat peristirahatan terakhir, semua pakaian yang dikenakan harus dilepas untuk dicuci. Itu sebagai isyarat membersihkan diri sebelum kemudian masuk rumah.

Kita patut besyukur, dalam kondisi pandemi yang melanda dunia (tentu termasuk Indonesia) alam pekarangan kita menyediakan banyak aneka tanaman obat dan rempah yang diperlukan untuk menjaga kesehatan badan dan menguatkan imun. Ada jahe, kunyit, asam, jeruk, mengkudu, pisang (beberapa buah terakhir mengandung vit c yang tinggi dan berkualitas), serai berikut kawan-kawan karibnya.

Begitu juga pada pagi hingga siang hari kita dianjurkan untuk menjemur pada teraik matahari yang hangat serta diyakini banyak mengandug vitamin D.

Nah, negeri ini kaya akan semua itu…berlimpah- limpah…kunir (eh kunyit….) Kita taruh saja di tanah dekat gentong, maka kunyit akan tumbuh tunas (alam yg sangat subur). Begitu juga dg sinar matahari. Di negeri yang dilintasi garis katulistiwa ini konon sinar matahari disini paling lama sedunia (ada banyak negara di belahan dunia yang warganya hanya beberapa jam bisa melihat dan berjemur di bawah terik mentari). Apalagi banyak yang sudah membuktikan sinar mentari efektif untuk mengusir virus yang melekat di tubuh kita. Tentu saja ini menjadi berkah buat kita.

Beberapa ulama pernah dawuh bahwa wabah yang melanda negeri akan segera sirna setelah kita berkurban. Nah tanggal 20 Juli 2021, umat Islam sedunia sedang melaksanakan hari raya Idul Adha yang dilanjutkan dengan penyembelihan jutaan atau bahkan ratusan juta hewan qurban…

Semoga darah hewan kurban yg menyirami  bumi menjadikan welas asih Allah SWT pada kita semua dengan segera mencabut pandemi yg melanda dunia…amin ya Robb…

Catatan: Diambil dari catatan penulis di akun Facebook Ahmad Yakub

SHARE
Jurnalis di Bojonegoro. Menyukai situs-situs kuno dan kajian sejarah Islam. Juga memiliki rumah baca di kampungnya, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here