Megengan Sebelum Ramadhan dan Maleman Jelang Lebaran, ya Kue Apem

0
139

Makanan bagi masyarakat jawa tak melulu soal rasanya yang enak. Juga tidak sekedar kandungan gizinya. Melainkan bertali erat dengan ritual atau tradisi masyarakat. Beberapa jenis makanan dikaitkan dengan tradisi tertentu. Sehingga satu makanan tidak selalu bisa ditemui di semua ritual.

Salah satu kudapan yang rasanya manis legit dan khas adalah kue apem. Kue ini entah sejak kapan menjadi bagian dari tradisi menjelang Ramadhan dan menjelang lebaran atu akhir Ramadhan. Kue apem ini biasanya dikukus atau digoreng.

Di keraton Yogyakarta, ada tradisi ngapem yang selalu dihadiri permaisuri Hamengkubuwono dan selalu menghadirkan kue apem. Kue ini biasa dimaknai sebagai pemberian maaf atau saling memberi maaf sebagaimana asal kata apem yaitu afuum (bahasa arab) yang berarti memberi maaf.

Endang Nurhayati dkk. dalam satu penelitian yang dimuat di Jurnal Penelitian Humaniora, Vol. 19, No.2, Oktober 2014: 124-140 menyebut, hampir semua ritual di jawa menggunakan kue apem. Misalnya dalam upacara selama masa kehamilan, upacara tradisional sunatan, upacara pernikahan, sampai upacara kematian.

Apem sebelum dikukus/Foto: Gangkecil.com

Di jawa sendiri makanan yang dikategorikan jajanan pasar dan berkait erat dengan upacara atau ritual ada 45 jenis. Makanan tersebut dikategorikan menjadi 5 ketegori yaitu makanan yang terbuat dari singkong dan ubi jalar, makanan yang terbuat dari beras, makanan yang terbuat dari jagung, makanan yang terbuat dari umbi-umbian, dan makanan yang terbuat dari kacangkacangan serta bahan baku lain seperti gandum, rumput laut dan lain sebagainya. Jajan pasar diolah dengan tiga teknik tradisional yaitu direbus dan dikukus, digoreng, dan dibakar

Di Kabupeten Bojonegoro, aneka tradisi juga menggunakan jajanan tradisional, diantaranya kue apem. Di sejumlah desa di Bojonegoro masih memegang erat tradisi tersebut. Diantaranya adalah tradisi megengan yang dilakukan menjelang bulan suci Ramadhan.

Megengan adalah tradisi selametan yang kemudian mengundang tetangga kiri kanan untuk berdoa bersama. Tetangga yang datang akan membawa berkat atau makanan berupa nasi putih, aneka lauk pauk, dan jajanan pasar berupa kue apem. Untuk tetangga yang berhalangan hadir, berkat akan diantar kerumahnya atau dititipkan kepada tetangga yang rumahnya bersebelahan.

Menjelang Ramadhan, tradisi megengan ini cukup ramai. Terkadang, dalam sehari lebih dari satu orang yang menggelar selametan megengan.

Apem sebelum dikukus/Foto: Gangkecil.com

Kue apem akan muncul lagi saat selametan menjelang Idul Fitri atau di 10 hari terakhir Ramadhan. Selametan itu dikenal dengan sebutan maleman. Istilah maleman dalam konteks Ramadhan adalah 10 hari terakhir. Warga yang menggelar selametan maleman akan sama dengan saat menggelar selametan megengan. Selain nasi dan lauk pauk, kue apem pasti dibikin. Tak heran jika kue apem selalu akrab bagi masyarakat jawa.

Nah, untuk melengkapi tulisan ini, berikut saya suguhkan resep membuat kue apem.

Bahan:

-1 kg tepung beras

-1/4 kg tepung terigu

– 1 kg gula pasir

– 
1/2 kg tape singkong

– 1 bungkus ragi instan

– 1,5 liter santan hangat

Langkah

– Haluskan gula dan tape
Masukan t.terigu, t.beras dan ragi instan

– Masukan sedikit demi sedikit santan hangat uleni sampai tercampur rata

– Tutup adonan dengan tutup panci dan diamkan krg lebih satu jam

– Panaskan cetakan apem, olesi margarin masukan adonan apem smpai penuh tutup panci, diamkan smpai matang

– Siap dijasikan

SHARE
Penulis sedang mencoba menjadi pembaca yang baik. Tidak suka kopi tapi suka bercerita ngalor-ngidul. email: kajaralip@gmail.com (bukan kajaralit sesuai namanya, hehe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here