Siapa Bilang Indonesia Tak Layak Huni?

0
964
foto: creativeroots.org

Indonesia, Negara bekas jajahan Belanda, Inggris, Portugis, Spanyol, Perancis dan Jepang. Negara yang sering disebut bangsa inlander. Bangga? Mungkin saja. Aneh? Tidak. Negara Indonesia penuh dengan warna lantaran masyarakatnya yang majemuk. Adapun banyak makhluk Indonesia yang masih menganut paham feodalisme dan kolonialisme. Saya bangga melihat semua keadaan itu. Sungguh, saya tidak sedang menyindir negara maritim itu. Saya melihat semua keadaan membanggakan yang terjadi di Indonesia merupakan keindahan yang bisa dinikmati oleh siapapun.

Indonesia jelas memiliki ideologi Pancasila yang dipegang erat oleh seluruh rakyatnya Pemuda Pancasila, dari sabang hingga merauke. Indonesia pun punya slogan Bhineka Tunggal Ika yang memiliki sebuah makna bahwa berbeda-beda namun tetap satu jua, asal tidak komunis, syiah, sipelegu, atau bahkan pemuja kerang ajaib. Karena itu, di Indonesia sangat banyak hal-hal yang sangat membanggakan hingga logika saya tersandra. Kalian semua pasti tahu apa saja hal-hal yang saya maksud, karena kita adalah Indonesia.

Oke, saya akan segera memaparkan segala keadaan dan prilaku manusia yang lahir di Indonesia.

  1. Sekolah dan sistem pendidikan yang ciamik soro.

Di Indonesia selalu muncul paradoks atau bahkan oxymoron yang membuat saya tersenyum kecil, karena sistem pendidikan di Indonesia sudah terlalu keblinger. Bagaimana tidak? Banyak sekali kasus di bidang pendidikan yang sangat membanggakan logika saya. Aneh? Namanya juga Negara yang penuh oxymoron dan paradoks. Contohnya, sekolah takut apabila reputasi dan akreditasi mereka merosot dikarenakan ada peserta didiknya yang nakal dan bertindak asusila, sehingga sekolah berhak mengeluarkan peserta didik tersebut.

Ada yang salah? Tentu tidak, karena sekolah hanya berhak mendidik anak-anak yang bisa dididik, kalau tidak bisa dididik ya dibuang. Buat apa mengotori tangan hanya untuk anak orang yang tidak bisa dibina, lebih baik kan dibinasakan. Sekolah bukan tempat anak-anak nakal, sekolah harus fokus mencerdaskan anak bangsa. Sekolah tak ada waktu untuk merubah anak-anak yang dititipkan orang tuanya secara perlahan ke arah yang lebih baik apabila sebelumnya nakal. Kalau nakal ya panggilan orang tua, kalau kebablasan ya dikeluarkan saja. Enak saja menghibahkan anaknya ke sekolah, tapi guru yang disuruh mendidik.

Adapun banyak sekali terobosan para menteri pendidikan yang hobi sekali gonta-ganti kurikulum seenak jidatnya. Saya sangat mengapresiasi hal tersebut, terlebih para menteri memang harus menunjukkan kinerja terbaiknya agar tidak dikocok ulang (reshuffle Red) oleh bapak Presiden.

  1. Ketertiban dan Hukum di Indonesia memang TOP!

Pernah ditilang? Pernah. Gara-gara apa? Nggak bawa helm. Makanya kepala itu dijaga keamanannya dengan cara pakai helm yang standar nasional Indonesia. Lha kenapa nggak pakai helm ditilang? Kalau saya jatuh, terus ngebentur trotoar dan pecas ndahe, emang siapa yang ngebayarin biaya di rumah sakit? POLRI? Pemerintah? DPR?. Loh jangan salah, polisi sangat sayang kepada kita, makanya mereka selalu mengingatkan kita untuk memakai helm. Jadi pas ketilang, mereka meminta uang kita untuk mengganti rugi kasih sayang yang sudah diberikan polisi kepada kita. Jangan berburuk sangka kepada polisi, mereka baik hati kok. Walaupun Negara tidak secara penuh menjamin keselamatan kita, tapi kita kan masih merasakan kasih sayang para polisi yang cakep-cakep kayak di acara tv 86.

Apalagi bicara hukum di Indonesia, saya heran dengan orang-orang yang suka mengatakan kasih uang habis perkara (KUHP). Mereka yang mengatakan seperti itu tidak paham, betapa sulitnya menjadi pengayom dan pelindung masyarakat. Para penegak hukum merupakan putra putri terbaik yang tersaring dari ratusan ribu pendaftar. Jadi mohon dihargai kerja keras mereka yang sibuk cari utangan untuk lolos. Hukum di Indonesia masih seperti dulu, runcing ke bawah dan tumpul ke atas. Meminjam rima dari Herry Sutresna a.k.a Morgue Vanguard dari Bars Of Death yakni tanyakan Carlo Giuliani (aktivis anti-globalisasi asal Italia) apa arti melindungi dan melayani. “Kami adalah pelindung kalian, lalu siapa yang melindungi kalian dari kami?

Indonesia sangat ingin tahu banyak hal dan hobi coba-coba. Saking demokratisnya, DPR RI getol sekali ingin mengajukan hak angket untuk melumpuhkan segala bentuk manuver yang dilakukan oleh KPK. Koruptor tak lebih dari seekor pajangan di lapas, sebab sistem jual beli kamar di lapas sangat dilestarikan.

  1. Kesehatan milik seluruh rakyat Indonesia.

Hidup di Indonesia harus memiliki imunitas tubuh yang ekstra, karena Indonesia adalah Negara yang penuh dengan tantangan. Banyak sekali makanan di Indonesia yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya yang lolos edar, tapi untungnya masih belum separah seperti di Negara China. Indonesia memiliki banyak program asuransi kesehatan, yang telah disosialisasikan dengan baik. Jangan salah, di Indonesia banyak sekali dokter muda lulusan universitas terswasta. Mereka muda, handal, dan cekatan mengambil kesempatan. Investasi 200 juta bisa mendapat gelar dokter.

Yahh, itu saja yang bisa saya bagikan untuk kalian semua. Bisa dibilang Indonesia adalah pseudo-democratic ya? Tapi saya sangat cinta Indonesia. Karena hanya di Indonesia, siswi hamil di luar nikah malah dikeluarkan dari sekolah dan masuk instansi kemiliteran diadakan tes keperawanan. Selain itu, kamu akan lebih tertantang kalau sudah periksa di dokter yang berbeda akan memperoleh hasil diagnosis yang berbeda.

Oh iya kelupaan, saking inlandernya bangsa ini, banyak sekali orang yang minder bahkan malas duduk di depan membela kebenaran tanpa tendensi apapun. Jadinya, makin banyak kejahatan di sini bukan karena makin banyak orang jahat, namun karena banyak orang baik yang mundur teratur dan takut membenarkan dan cenderung membiarkan.

Oke bye, Aku cinta Indonesia.

SHARE
Jurnalis lifestyle dan bergiat di Ngaostik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here