Tiga Pertanyaan Anak Paling Sulit Dijawab Orangtua

0
1730
foto: pinterest

Jika anda baru saja punya momongan, selamat ya! Anda mendapat amanah merawat dan mendidik buah hati. Itu sebuah anugerah tak terkatakan. Banyak orang yang menginginkan diberi amanah, tapi Tuhan menghendaki lain. Dan kita tetap harus bersyukur dengan segala pemberian-Nya.

Nah, saat buah hati sudah mulai belajar berpikir dan berimajinasi, maka akan banyak muncul pertanyaan-pertanyaan yang tak wajar. Bagi sebagian orangtua, pertanyaan-pertanyaan itu memusingkan kepala. Bukan selalu soal jawabannya apa, melainkan bagaimana menjelaskannya kepada anak yang masih kecil.

Mungkin di antara anda pernah mengalami ini, mendapat pertanyaan dari anak yang sulit sekali dijawab. Terkadang orangtua memerlukan diskusi atau mencari jawaban yang pas sebelum diberikan kepada anak. Nah, apa saja pertanyaan itu. Kami coba ambil tiga pertanyaan yang menurut kami paling sulit dijawab.

  1. Di mana Allah berada?

Ini tentu pertanyaan yang sulit. Mahasiswa filsafat atau teologi akan mendiskusikannya dengan waktu cukup panjang. Bahkan, pertanyaan itu sampai kini masih terus dicari jawabannya. Lalu, bagaimana jika anak kita usia 5 – 7 tahun menanyakan itu? Jawaban apa yang perlu kita beri?

Untuk menjawabnya tentu kita perlu menggunakan logika sederhana. M.Quraish Shihab memberi tips bagaimana memberi jawaban tentang pertanyaan itu. Yakni, berikan ilustrasi-ilustrasi yang menggambarkan bahwa Allah itu tidak sama dengan makhluk. Allah itu punya cahaya terang, yang mata kita tak mampu melihatnya. Allah ada di mana-mana. Bukti keberadaan Nya terlihat di hujan, pohon, dan di mana-mana. Dan yang pasti Allah berbeda dengan makhluk ciptaannya.

  1. Kenapa kita perlu sholat di masjid?

Anak yang masih senang dengan pertanyaan-pertanyaan liarnya biasanya disebabkan dengan imajinasinya yang memang sedang naik. Jadi tidak perlu pertanyaan itu dipatahkan dengan jawaban “pokoknya”. Karena anak akan berhenti berpikir dan tak mau bersusah mencari jawabannya.

Pertanyaan itu biasanya akan mudah dicernah jika dijawab bahwa kita sholat di masjid dinamai jamaah, yang pahalanya lebih besar jika dibandingkan dengan sholat sendiri di rumah. Pahala itu apa? Pahala itu ya jika kita mendapatkan pahala besar, berarti Allah makin sayang kepada kita. Apalagi masjid itu adalah rumah Allah. Sehingga, kita perlu sering-sering ke rumah Allah. Dan lagi, sholat di masjid itu kita kan bisa mengenal teman, tetangga, dan banyak orang lainnya.

  1. Setan itu siapa?

Anak biasanya mengenal kata setan dari obrolan dengan teman-temannya atau saat berbuat salah lalu dikatakan “akan menjadi teman setan”. Jadi, si anak bertanya-tanya siapa setan itu? Kok saya tidak bisa melihatnya?

Nah, jika ada pertanyaan semacam itu mungkin lebih baik jika dikatakan bahwa setan adalah juga makhluk ciptaan Allah. Dia suka menggoda manusia untuk berbuat jahat. Makanya kita perlu menghindar dari setan. Caranya? Ya kita sering-sering berdoa. Mau makan doa, mau tidur doa. Setan itu bisa dikalahkan oleh orang yang ikhlas. Makanya, kita perlu menjadi orang yang ikhlas biar bisa mengalahkan setan. Kita juga perlu menolong teman, karena setan itu takut dengan orang yang suka menolong.

***

Nah, bagaimana? Tiga pertanyaan itu hanya sebagian kecil dari pertanyaan-pertanyaan anak kepada orangtuanya. Di luar itu, pasti banyak sekali pertanyaan-pertanyaan lain yang terkadang memusingkan kepala orangtua. Apalagi jika si anak cerewet bertanya ini itu. Sebagai orangtua, menjawab pertanyaan-pertanyaan demikian memerlukan cara tersendiri. Berbeda jika yang bertanya adalah orang dewasa. Bagaimana, anda pernah punya pengalaman ditanya ini itu kan oleh si buah hati?

Mari selalu menyayangi si buah hati!

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here