8 Olahan Tahu yang Enak, Ketahui Asal-usul dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Asal-usul Tahu/Sumber: Wikipedia

Tahu merupakan bahan makanan yang serbaguna dan bisa diolah menjadi berbagai macam hidangan. Tahu cocok bagi lidah orang Indonesia. Biasanya tahu dikonsumsi bersamaan dengan cabe, atau istilahnya nyeplus lombok.

Jenis olahan tahu yang enak:

1. Tahu isi:
Tahu yang diisi dengan campuran sayuran atau daging cincang, kemudian digoreng atau dipanggang.

2. Tahu goreng:
Tahu yang diiris tipis kemudian digoreng hingga kecokelatan dan renyah.

3. Tahu bacem:
Tahu yang direbus dengan bumbu gula merah, kecap manis, dan rempah-rempah hingga meresap.

4. Tahu telur:
Tahu diiris tipis dan digoreng bersama telur yang sudah dikocok, kemudian disajikan dengan bumbu kacang atau saus sambal.

5. Capcay tahu:
Tahu dan sayuran yang direbus atau ditumis dengan bumbu pedas manis.

6. Sate tahu:
Potongan tahu yang ditusuk dan dibakar bersama dengan bumbu kacang atau saus sambal.

7. Sup tahu:
Tahu yang direbus dengan sayuran dan bumbu-bumbu lainnya hingga menjadi sup yang gurih dan lezat.

8. Oseng tahu:
Tahu yang digoreng dan dicampur dengan bumbu pedas manis dan sayuran seperti kacang panjang dan wortel.

Baca Juga:  Resep Es Krim Pepaya Menggiurkan yang Cukup Blender dan Langsung Jadi! Nikmati Kelezatannya di Rumah dengan Resep Mudah Ini

Asal usul Tahu dari Tionghoa

Tahu ternyata berasal dari negeri China. Pada abad ke-10, orang-orang Tionghoa telah menyajikan tahu di wilayah nusantara. Teknologi pembuatan tahu telat menyebar ke Jepang dan Korea.

Manfaat tahu bagi kesehatan

Tahu merupakan bahan makanan yang sehat dan kaya akan nutrisi. Berikut adalah beberapa manfaat tahu bagi kesehatan:

1. Sumber protein: Tahu merupakan sumber protein nabati yang baik dan cocok dikonsumsi bagi vegetarian atau vegan. Protein pada tahu juga mudah dicerna oleh tubuh.

2. Menjaga kesehatan tulang: Tahu kaya akan kalsium, mineral yang penting untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang.

3. Menurunkan risiko penyakit jantung: Tahu mengandung isoflavon, senyawa alami yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dengan menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).

4. Mengatur gula darah: Kandungan serat pada tahu membantu mengatur kadar gula darah dengan memperlambat penyerapan gula di dalam tubuh.

5. Meningkatkan kesehatan pencernaan: Tahu mengandung serat yang baik untuk pencernaan dan membantu mencegah sembelit.

6. Menurunkan risiko kanker: Senyawa isoflavon pada tahu juga ditemukan dapat membantu mencegah kanker dengan melawan sel-sel kanker dan menghambat pertumbuhannya.

Baca Juga:  Resep Mudah: Wajik Ketan Gula Merah Kukus yang Manis, Legit, dan Pulen dengan Loyang Praktis

7. Menjaga kesehatan kulit: Tahu mengandung vitamin E, nutrisi yang baik untuk kesehatan kulit dan mencegah kerusakan sel-sel kulit akibat radikal bebas.

8. Menjaga berat badan: Tahu rendah kalori dan lemak, sehingga cocok dikonsumsi bagi mereka yang ingin menjaga berat badan.

Resep membuat tahu dari kedelai:

Bahan membuat tahu:

200 gram kedelai
Air secukupnya
2 sendok makan air kapur sirih
1 sendok teh garam
Air untuk merebus
1 lembar kain tipis (misalnya kain flanel)

Alat membuat tahu:

Blender
Panci atau wadah untuk merebus

Cara membuat tahu yang mudah:

– Rendam kedelai dalam air selama minimal 6 jam atau semalaman, hingga lunak.
– Tiriskan air rendaman, kemudian blender kedelai dengan air secukupnya hingga halus dan berbuih.
– Peras kedelai yang telah diblender dengan menggunakan kain flanel, hasil perasannya disebut dengan susu kedelai.
– Campurkan air kapur sirih ke dalam susu kedelai, aduk rata dan diamkan selama 30 menit hingga terbentuk endapan putih di bagian bawah.
– Saring susu kedelai yang telah terbentuk endapan dengan menggunakan saringan kain atau serbet bersih.
– Didihkan air dalam panci atau wadah, tambahkan garam.
– Masukkan susu kedelai yang telah disaring ke dalam air yang sudah mendidih. Aduk perlahan agar susu kedelai tidak pecah.
– Rebus selama 10-15 menit sambil diaduk perlahan hingga adonan menjadi kental dan mulai terpisah dari airnya.
– Siapkan cetakan tahu dan lapisi dengan kain tipis.
Tuang adonan kedelai ke dalam cetakan dan ratakan.
– Biarkan adonan dingin dan mengeras selama minimal 1 jam.
– Keluarkan tahu dari cetakan dan siap digunakan atau digoreng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *