BUKU  

Buku Verifikasi Nilai Budaya Agraris Baritan Ritual Pertanian Dalam Perubahan

Baritan

Identitas Buku

Judul : Verifikasi Nilai Budaya Agraris Baritan Ritual Pertanian Dalam Perubahan
Penulis : Agus Indiyanto dan Dwi Ratna Nurhajarini
Penerbit : Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Tebal : 174 hlm

Daftar Isi :

1. Pengantar Editor
2. Sambutan Direktur Sejarah dan Nilai Budaya
3. Sambutan Direktur Jendral Kebudayaan
4. Bab 1 : Buritan : Sebuah Ritual Pertanian Yang Berubah
◦ A. Pendahuluan
◦ Perubahan Sosial dan Ritual : Sebuah Kerangka Kerja
5. Bab 2 : Baritan di Desa Simbang
◦ A. Gambaran Umum
◦ B. Kehidupan Sehari-hari Masyarakat Desa Simbang
◦ C. Sejarah Desa Simbang
◦ D. Administrasi dan Penduduk
◦ Pertanian di Desa Simbang
◦ Ekonomi Sapi
◦ Upacara Baritan di Desa Simbang
6. Bab 3 : Baritan Di Desa Demangsari Kebumen
◦ A. Desa Demangsari
◦ B. Kehidupan Sehari-hari di Demangsari
◦ Penduduk desa Demangsari
◦ Pertanian di Demangsari
◦ Baritan di Demangsari
7. Bab 4 : Konteks Sejarah Pertanian Di Jawa Tengah
◦ A. Sejarah Padi
◦ B. Cerita-Cerita Tentang Asal Muasal Padi
◦ c. Petungan: Pengetahuan di Masa Lalu Cerita di Masa Kini
◦ Budidaya Sapi sebagai Budaya Agraris
8. Bab 5: Reproduksi Ritual Baritan
◦ A. Konteks Ritual di Simbang
◦ B. Konteks Ritual di Demangsari
◦ C. Reproduksi Fungsi Ritual
9. Bab 6: Ritual Pertanian Dalam Perubahan
10. Bab: 7 : Penutup
11. Daftar Pustaka
12. Biodata Penulis

Baca Juga:  Menuju Masyarakat Komunikatif Karya F Budi Hardiman

Sinopsis :

Baritan adalah nama sebuah ritual yang umum dilakukan oleh masyarakat agraris di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat bagian timur. Ia tidak saja terdapat di kawasan pedesaan dengan karakteristik agroekologis persawahan dan dataran rendah, akan terapi juga di daerah dataran tinggi yang bercorak pertanian cash crops.

Perbedaan karakteristik wilayah dan konteks sosial ekonomi tentang Baritan ini membuat ritual ini menjadi menarik untuk dibahas. Buku ini mengupas praktik ritual Baritan di dua konteks agroekologis dan sosial ekonomis yang berbeda di dua desa di pelosok Jawa Tengah, yakni Desa Simbang yang terletak di kompleks dataran tinggi Dieng dan desa Demangsari, sebuah desa dataran rendah di barat daya propinsi Jawa Tengah. Dengan menelaah perbedaan konteks-konteks ritual dan dinamikanya tersebut diharapkan mampu mengungkap dinamika ritual tersebut dalam perjalanan jaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *