Doa Saat Terbangun di Malam Hari Lengkap, Berharap Rahmat dan Hidayah

Sumber; pexels.com

Malam hari ialah waktu yang tepat untuk mengistirahatkan diri, pada umumnya digunakan untuk tidur. Seperti yang sudah diketahui, tubuh manusia membutuhkan tidur sebagai istirahat. Penerapan pola tidur ini hampir sama dengan pola penerapan saat kita makan sehari-hari. Sehingga penting untuk dilakukan sehari-hari.

Tubuh orang dewasa membutuhkan waktu tidur kurang lebih 7-9 jam dalam setiap harinya. pola tidur memiliki kaitan erat dengan kesehatan tubuh manusia, sehingga hal ini tak dapat diremehkan. Pola tidur harus diatur dengan secukupnya, tidak boleh terlalu berlebihan apalagi kurang.

Saat tidur malam, kerja otak ialah mempersiapkan tubuh untuk hari berikutya atau hari esok. Selain berpengaruh bagi kesehatan fisik, tidur juga memiliki pengaruh bagi kesehatan mental. Seperti kestabilan emosi, kesehatan otak, kesehatan jantung, imun tubuh, dan beberapa hal lainnya.

Terkadang pada saat tidur malam kita tanpa sengaja mengalami gangguan. Sehingga menjadikan tidur tidak nyaman dan membuat kita terbangun, sehingga waktu tidur menjadi berkurang. Padahal aktivitas hari esok sudah menanti dan menumpuk yang membutuhkan tenaga ekstra. Dapat tidur nyenyak di malam hari merupakan suatu anugerah yang luar biasa.

Baca Juga:  Idhul Adha 1441 H, Hari Kegembiraan Umat Islam

Ada baiknya pada saat terbangun di malam hari dan ingin melanjutkan tidur membaca doa terlebih dahulu. Dengan harapan tidur dapat terjaga hingga menjelang waktu shubuh. Doa ini dikutip dari kitab ‘Al-Adzkâr al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyid al-Abrâr’ pada halaman 20:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ اللهم أَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِيْ وَأَسْأَلُكَ رَحْمَتَكَ اللهم زِدْنِيْ عِلْمًا وَلَا تُزِغْ قَلْبِيْ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنِيْ وَهَبْ لِيْ مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابِ

Lâ ilâha illa Anta subhânaka Allâhumma astaghfiruka lidzanbika wa as`aluka rahmataka. Allâhumma zidnî ‘ilman wa lâ taza’ qalbî ba’da idz hadaitani wa hab lî min ladunka rahmatan innaka anta al-wahhâb.

Baca Juga:  Puthuk Kereweng, Destinasi Wisata Desa di Wilayah Selatan Bojonegoro

Artinya: “Tiada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau ya Allah, aku meminta ampun atas dosa-dosaku, dan aku meminta rahmat-Mu. Ya Allah, tambahkan ilmu bagiku, jangan selewengkan hatiku sesudah Engkau memberinya hidayah, dan anugerahi aku rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Memberi Anugerah.”

Semoga bacaan doa ini dapat memberikan manfaat bagi para pembacanya. Wallahua’lam bi-shawab!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *