Gerak Ritmis Mulut Penjudi

0
1368
pinterest

Kang Burhan nampak kurang beruntung hari ini. Setelah 4 hari berturut-turut memenangi judi online, di hari kelima ini pria paruh baya itu tengah berada diambang kekalahan. Ketenangannya dalam memainkan kartu, berubah menjadi kecemasan yang menggiringnya ke jurang kekalahan.

Judi online bagi Kang Burhan memang perihal baru. Namun kiprahnya di dunia judi konvensional sudah masuk taraf kabupaten. Konon ia bisa meramalkan masa depan. Tak terhitung lagi sudah berapa meja judi yang ia menangi di kampungnya. Lawan-lawannya selalu dibuat gentar oleh permainan yang tenang dan penuh intimidasi.

Namun yang namanya hidup, tetap harus seimbang. Kalau ada terang, sudah pasti ada gelap. Seperti siang dan malam yang selalu “shift-shiftan” untuk menjaga roda hidup terus berputar di muka bumi ini.

Begitu juga dengan hidup Kang Burhan yang jauh dari sempurna. Kiprahnya di dunia judi memang tak ada duanya. Namun disisi lain ia juga kerap jadi sasaran TO para aparat. Entah sudah berapa kali ia keluar masuk bui.

Kendati kerap tertangkap berjudi, Kang Burhan tak pernah dihukum lebih dari sepekan di penjara. Raupan keuntungan yang ia kumpulkan dari hasil berjudi selalu ia simpan. Uang itulah yang kemudian ia gunakan untuk menebus dirinya sendiri dari hukuman penjara.

Pernah suatu saat Kang Burhan berniat untuk berhenti berjudi dan mencari pekerjaan halal. Anak-istrinya semringah bukan main ketika mendengar niat tersebut. Namun keceriaan anak-istri Kang Burhan tak berlangsung lama. Lantaran sepekan setelah berikrar, Kang Burhan kembali tercyduck oleh aparat.

“Main judi online saja kang, lebih aman.” Saran Martu, sahabatnya.

Waktu itu Martu sedang berkunjung ke rumah Kang Burhan yang baru saja pulang dari rumah tahanan. Ia memang satu-satunya orang yang peduli saat keluarga Kang Burhan sudah tak lagi ambil pusing. Kendati demikian, ia tak pernah menasehati Kang Burhan untuk berhenti berjudi. Toh, ia sudah paham bakal sia-sia belaka.

Martu adalah sahabat sekaligus tetangga sebelah rumah Kang Burhan. Selain bekerja sebagai guru SD, ia juga seorang pengurus sekaligus imam di mushola kampung mereka. Tak seperti Kang Burhan yang asli pribumi, Martu bernama asli Martunisi Ahmad. Perantau dari barat yang menetap di kampung Kang Burhan.

“Ibarat transportasi, aku ini masih becak, Mar.” Kang Burhan lanjut menyanggah, “Kau lihat, hape saja masih layar hitam-putih, mana bisa aku main judi online?”

“Ya terserah kau saja lah kang, aku kan cuma ngasih saran.” pungkas Martu belagak tak peduli.

Meski demikian Kang Burhan tetap mengikuti saran Martu. Tiga hari setelah mereka mengobrol, Kang Burhan pergi ke toko hape untuk membeli smartphone. Tanpa penasaran untuk mencoba-coba fitur lain, ia langsung minta ke penjaga toko untuk dipasangkan aplikasi judi online di hape anyarnya tersebut.

“Ndak pengen diinstal fesbuk atau instagram pak?”

“Buat apa? aku butuhnya duit bukan temen” jawab Kang Burhan pecicilan.

Sebagai seorang insinyur perjudian, tak perlu waktu lama bagi Kang Burhan untuk mempelajari judi online. Benar saja, tidak sampai 1 hari ia sudah lancar memainkan aplikasi yang baru saja terpasang di hape anyarnya tersebut.

Layaknya dunia judi konvensional, dalam waktu singkat Kang Burhan telah merajai perjudian online. Pangsanya sudah semakin luas. Ia, bahkan, sudah bukan lagi pemain tingkat kabupaten, melainkan telah menjadi penjajah di negeri asing dalam bidang perjudian.

***

Suatu malam Kang Burhan mengajak Martu ke warung kopi langganan mereka. Di tengah obrolan, ia sempat mengutarakan niatnya untuk berhenti berjudi baik offline maupun online. Namun sebelum itu ia ingin membuat sebuah rekor pribadi.

“Aku akan berhenti judi setelah aku memecahkan rekor kemenangan 5 hari berturut-turut.” ujarnya dengan nada optimis.

“Amin…”

“Eh, kali ini aku serius, Mar. Aku sudah bosan dengan dunia perjudian. Aku mau bisnis air galon saja.

“Aminn..” tutup Martu sambil menyeruput kopi hitamnya.

Kendati jago bermain judi, Kang Burhan memang belum pernah memenangi judi online selama 5 hari berturut-turut. Rekor kemenangannya selalu terpatahkan di hari keempat. Pada kesempatan ini ia ingin mengajak Martu menjadi saksi pemecahan rekor sekaligus itikad baiknya untuk meninggalkan dunia judi.

Martu tetap menyanggupi ajakan Kang Burhan kendati dengan sikap skeptis. Lantaran janji-janji untuk berhenti berjudi sudah kerap diutarakan Kang Burhan bertahun-tahun yang lalu.

Setiap hari lepas jam 8 malam mereka pergi ke warung kopi “hot spot” tempat Kang Burhan “wifian” untuk bermain judi online.

“Kang, aku ini sering mimpin sholat lho, masa kau ajak aku main judi online.”

“Aku ndak nyuruh kau berjudi, cuma jadi saksi. Lagian kau juga kan yang ngasih saran main judi online? kiai macam apa kau itu?”

“Dulu, maksud aku permainan judi online, bukan yang pakai duit beneran.” sanggah Martu membela diri.

Dengan disaksikan Martu, Kang Burhan berhasil meraup kemenangan 4 hari berturut-turut. Namun di hari kelima ia menemui lawan yang cukup alot yang hampir membawanya di ambang kekalahan.

Berkat semangat dan doa yang diberikan oleh Martu, Kang Burhan akhirnya berhasil memenangkan pertarungan sengit di hari kelimanya. Mereka bersorak sorai sambil bergiliran mengucap syukur. Martu tak kuasa menahan kegembiraan lantaran sahabatnya itu akan meninggalkan dunia perjudian.

“Alhamdulillah, akhirnya kawanku jadi pensiun dari dunia judi.”

“Amiin,”

“Maksudnya, Kang?”

“Aminn…aku akan berhenti judi setelah menang 6 hari berturut-turut.”

Kang Burhan terkekeh sembari memulai permainan judi online-nya kembali.

 

SHARE
Insinyur perminyakan yang hobi memasak. Juga lagi senang-senangnya mengumpulkan quote yang tercecer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here