Story  

Jangan Suka Menunda, Penyesalan Memang Datangnya di Belakang

Menunda sebuah pekerjaan merupakan kebiasaan yang sangat buruk. Hal tersebut dikarenakan kita diselimuti oleh rasa malas. Memang rasa malas selalu datang kapan saja. Dan, melawan rasa malas sangatlah susah.

Saat kita menunda sebuah pekerjaan, itu membuktikan bahwa kita tidak disiplin. Padahal semakin sering menunda, semakin menumpuk pula pekerjaan tidak terselesaikan.

Ketika sebuah pekerjaan datang, sering kali kita mengatakan nanti saja, nanti sore, nanti malam, besok saja, dan pada akhirnya pekerjaan tersebut terbengkalai. Itu merupakan kebiasaan buruk yang harus dilawan dan kita harus belajar agar kita tidak  menunda sebuah pekerjaan.

Apa sih yang menyebabkan kita sering kali menunda menunda sebuah pekerjaan? Nah, berikut adalah penyebab mengapa kita sering lalai dan kerap kali menunda sebuah pekerjaan.

Diselimuti rasa malas
Seseorang menjadi malas dalam mengerjakan pekerjaan adalah karena beristirahat dahulu. Kok bisa? Nah, sebenarnya beristirahat adalah tindakan yang baik yang dapat menenangkan pikiran kita. Akan tetapi, mengapa rasa malas akan muncul akibat kita beristirahat? Jawabannya adalah kita telah terjebak pada rasa nyaman sehingga susah untuk kembali bergerak untuk memulai pekerjaan.

Sedang mengalami stress
Kondisi ini sering kali membuat orang untuk menunda atau bahkan meninggalkan pekerjaannya. Namun, menunda bukanlah pilihan yang baik untuk menghilangkan stress. Memang emosi seseorang akan susah terkontrol pada saat seperti ini, kadar emosi akan meningkat.

Dihadapkan dengan deadline
Terjebak dengan deadline akan membuat kita kebingungan untuk memulai tugas apa yang akan dikerjakan terlebih dahulu. Sehingga anda akan merasakan kurangnya waktu untuk menyelesaikan itu semua.

Motivasi yang rendah
Motivasi sangat diperlukan agar membangkitkan semangat, apabila kita kekurangan motivasi maka semangat cenderung menurun karena tidak ada yang mampu memberikan arahan dan masukan.

Kurang disiplin
Kurang disiplin membuat kita kadang lengah terhadap suatu pekerjaan, bisa saja disebabkan karena pekerjaan itu adalah pekerjaan yang tidak kita sukai namun penting. Dalam situasi ini disiplin diri memegang hal penting sebagai pendukung motivasi diri. Jika disiplin kita rendah maka keinginan untuk menunda pekerjaan akan menyelinap masuk dan menguasai diri kita.

Minim keterampilan
Kurangnya keterampilan membuat seseorang enggan untuk memulai sebuah pekerjaan. Ada hal yang bisa kita lakukan untuk menemukan keterampilan kita atau sesuai dengan bidang yang kita minati.

Terlalu perfeksionis
Memiliki sifat dan sikap perfeksionis memang hal yang bagus. Namun, jika selalu menuntut hal yang perfek dalam sebuah pekerjaan, itu akan memperlambat kita dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Perfeksionis akan membuat anda menunggu hasil yang sempurna dari pekerjaan anda tersebut.

Baca Juga:  Doa Sholat Dhuha Lengkap dan Ketahui Keutamaannya

Itulah beberapa penyebab yang membuat kita menunda sebuah pekerjaan. Lalu apa akibatnya jika kita sering kali menunda sebuah pekerjaan. Berikut adalah akibat jika kita selalu menunda sebuah pekerjaan.

Pekerjaan terbengkalai
Pekerjaan yang ada semakin menumpuk dan bertambah banyak. Akibatnya kita mengerjakan tugas dengan terburu-buru dan membuat tugas yang kita selesaikan tidak optimal.

Memupuk rasa malas berkepanjangan
Kebiasaan menunda akan menumbuhkan sifat malas yang berkepanjangan. Ini bukan mitos tapi fakta. Kita tahu bahwa menunda adalah sikap yang mestinya dihilangkan namun entah mengapa sikap itu sangat sulit untuk ditaklukan. Malas memanglah musuh yang sangat berat bagi diri sendiri.

Kurang produktif
Suka menunda juga mengakibatkan produktivitas berkurang. Hal tersebut terjadi karena kita terlalu malas dalam mengerjakan sesuatu akhirnya karya yang kita hasilkan tidak akan memenuhi target. Semakin cepat mengawali maka semakin banyak kemungkinan karya yang kita hasilkan atau kita selesaikan. Namun jika menunda kita hanya akan menyia- nyiakan waktu dan akhirnya malas-malasan mengerjakan tugas akhirnya pekerjaan kita terbengkalai.

Jauh dari kesuksesan
Kesuksesan tidak datang sendiri kepada kita. Kita harus menjemputnya secepat mungkin. Cepat atau lambatnya kesuksesan datang tergantung dengan diri kita. Bagaimana kita mengolah waktu untuk sennatiasa mencoba dan berusaha untuk secepat mungkin sukses. Tentunya usaha tidak akan menghianati sebuah hasil. Apa yang kita usahakan itulah yang akan kita dapat. Kesuksesan tidak akan menunggu kita terlalu lama, dia akan ada bila kita menjemputnya dan bila kita terlalu lama, kesuksesan tentunya akan semakin jauh semakin sulit tergapai.

Tidak akan mendapatkan kesempatan kedua
Kesempatan tidak selalu datang dua kali. Kesempatan akan ada bila kita senantiasa mencari nya. Jangan mengandalkan kesempatan ke dua, karena kesempatan ke dua belum tentu ada. Jika kita hanya menunda tanpa mau bergerak pastinya kesempatan tidak mudah muncul dalam hidup kita.

Menyesalan di kemudian hari
Penyesalan selalu datang di akhir dan ketika kita menyesal kita hanya meratapi serta tidak mampu berbuat apa-apa lagi. Waktu tidak mungkin terulang maka hal yang mampu kita perbaiki adalah masa depan yang kita miliki. Masa lalu biarlah berlalu dan jangan membuat masa depan sama buruknya dengan kegagalan kita di masa lalu.

Jika kita sudah mengetahui penyebab dan akibatnya dari menunda sebuah pekerjaan, barulah  kita bisa berbicara cara mencegah dan mengatasi kebiasaan buruk tersebut. Bagaimana caranya? Simak ulasan berikut ini.

Berdamai dengan diri sendiri
Awalnya mungkin kamu sangat menyukai pekerjaan itu, namun seiring waktu mulai timbul berbagai macam masalah yang membuat kamu stress dan pada akhirnya kamu terus mengalami stress saat melakukan pekerjaan itu. Mungkin ada suatu hal buruk yang terjadi atau sedikitnya suatu hal buruk yang kamu bayangkan saat melakukan pekerjaan itu. Hal ini menyebabkan kita jadi suka menunda-nunda pekerjaan dan solusinya tentu kita perlu berdamai dulu dengan diri sendiri. Berdamai dengan pikiran negatif yang terus muncul dan mulai menggunakan hati kita untuk melakukan pekerjaan juga menghargainya sebagai sebuah anugerah.

Baca Juga:  Kembang Malam Sambut Tahun Baru

Fokus pada tujuan
Seseorang yang menginginkan masa depan yang lebih baik tentu akan lebih fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya hari ini. Sementara seseorang yang tidak punya mimpi di masa depan, ia hanya akan menikmati hari ini sesuka hati. Banyak yang bilang, segala sesuatunya kembali pada niat. Maka coba periksa lagi apakah kamu sudah kehilangan semangat? Apakah tujuanmu mulai memudar? Atau mungkin kamu telah kehilangan motivasi? Ini bukan tentang seberapa pintar kamu memanajemen waktumu, tetapi sekali lagi ini adalah tentang apa tujuanmu. Miliki mimpi yang besar dalam kepalamu, setelahnya tubuhmu akan bergerak secara otomatis untuk mengerjakan apa yang seharusnya diselesaikan.

Jangan terlalu perfeksionis
Penyebab seseorang menunda-nunda pekerjaan seringkali muncul bersamaan dengan pikiran negatif seperti ragu-ragu, takut gagal dan lainnya. Percaya atau tidak, pikiran-pikiran seperti ini perlahan-lahan akan menuntun kita untuk mundur. Selangkah demi selangkah. Solusinya tentu saja kita perlu berpikir positif pada diri sendiri, pada tujuan juga pada pekerjaan yang sedang kita kerjakan. Selain ragu-ragu, ada masalah lain yang juga akan memengaruhi kita dalam bekerja. Mimpi yang terlampau tinggi dan perfeksionisme, kita ingin segala sesuatunya harus sempurna. Penundaan juga seringkali berkaitan dengan perfeksionisme. Ketika kita menunggu-nunggu segala sesuatunya harus sempurna dulu baru memulai, maka otomatis kita akan menunggu waktu yang tepat untuk memulainya.

Perfeksionisme terkadang berdampak positif bagi beberapa orang, namun sebagian lagi justru jadi lebih banyak mengeluh dan menunda-nunda. Kadang kita perlu menurunkan ego dan belajar untuk memulai segala sesuatu tanpa harus menunggu sempurna. Seiring berjalannya waktu, cicil satu persatu apa untuk memenuhi apa saja yang dibutuhkan untuk memudahkan pekerjaan kita dan pada akhirnya semua menjadi sempurna.

Kenali siapa dirimu
Ada banyak penyebab seseorang menunda pekerjaan. Tentunya masalah yang berbeda-beda dihadapi oleh orang yang berbeda-beda pula. Maka sangat penting untuk mengenali diri sendiri tentang mengapa kita menunda pekerjaan. Sebagian orang merasa lebih baik ketika bekerja dibawah tekanan, sementara sebagian lagi merasa lebih baik dalam bekerja ketika semuanya berjalan mudah dan santai. Beberapa penundaan akan baik-baik saja bagi beberapa orang karena dengan cara itu mereka dapat bekerja dengan maksimal.

Baca Juga:  Tempat Wisata Bukit Cinta atau Negeri Atas Angin, Suguhkan Pemandangan Alam yang Indah

Contohnya, seorang pelukis yang membuka jasa untuk melukis sesuai pesanan konsumen. Semisal konsumen memesan lukisan wajah pada hari rabu dan akan diambil pada hari minggu. Lalu karena si pelukis terbiasa bekerja dibawah tekanan, akhirnya ia memutuskan untuk mengerjakan lukisan itu pada sabtu malam. Alasannya adalah waktu yang singkat akan menjadi tekanan pada dirinya sehingga bisa bekerja dengan fokus maksimal. Namun tentunya ini akan menjadi masalah jika kamu adalah tipe orang yang tidak bisa bekerja dalam tekanan. Kemungkinannya bisa jadi pekerjaanmu akan menjadi berantakan. Jadi kenalilah dirimu terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu baik dalam melakukan pekerjaan atau apapun.

Dari yang mudah atau sulit yang penting segera dimulai
Kita memiliki prinsip yang berbeda-beda dalam bekerja. Maka kamu sendirilah yang bisa menentukan harus dari mana memulai pekerjaanmu. Jika penundaan terjadi karena kamu bingung harus memulai pekerjaannya dari mana, maka cobalah untuk memulainya dari yang paling mudah. Sembari makan siang, menonton, atau bermain game, pelan-pelan selesaikan tugas-tugas ringan yang tampak sepele. Ini sangat bermanfaat untuk meringankan pikiranmu ketika nantinya harus mengerjakan tugas yang lebih berat.

Dan jika kamu tidak terbiasa melakukan multitasking saat bekerja, maka ada baiknya untuk memulai pekerjaanmu dari yang paling sulit terlebih dahulu. Menyelesaikan tugas-tugas penting terlebih dahulu akan sedikit membantu meringankan pikiran ketika tiba waktunya untuk menyelesaikan tugas-tugas yang lebih ringan. Dengan cara-cara ini, kamu bisa membereskan pekerjaan satu persatu tanpa harus menjadi beban.

Inti dari menyelesaikan pekerjaan adalah prioritas. Sekali lagi ini bukanl tentang seberapa pintar kamu dalam memanajemen waktu, tetapi ini tentang keadaan emosi. Ketika kamu merasa memprioritaskan sesuatu, ikat perasaan itu sehingga bisa selalu bersemangat dalam bekerja. Jadi tentukan prioritasmu mulai sekarang, maka kebiasaan menunda pekerjaan akan hilang dengan sendirinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *