Story  

Mbah Sambu, Sayyid yang Mengajarkan Hubbul Wathon

Sumber: nu.or.id

Satu lagi ulama besar yang tak hanya mengajar, tetapi memberikan tauladan bagi kita semua tentang nasionalisme dan hubbul wathon minal iman. Dialah Mbah Sambu alias Pangeran Putra Mas Adipati Pajang alias Sayyid Abdurrahman. Fase paling heroik menantu Adipati Lasem ini adalah saat secara gemilang dapat menuntaskan kerusuhan dan menggilanya aksi perompak yang melanda Kadipaten Lasem saat itu.

Baca Juga:  Norman Oppenheimer, Wajah Politisi Idaman

Sebagaimana diketahui, di abad ke-17, sebagai sebuah kabupaten wilayah Lasem meliputi Sedayu Gresik, Tuban, Pati, Rembang, termasuk Jepara. Mbah Sambu juga yang mengkonsolidasi ummat untuk mengusir VOC di wilayah itu yang pusatnya berada di rumah gedong, Kauman, Desa Karangturi.

Rumah itu kemudian menjadi pusat perkumpulan rakyat dan bahkan dijadikan rumah huni sementara bagi para pendatang. Sementara, kawasan yang kini menjadi lokasi makamnya adalah tanah perdikan yang ia jadikan pusat dakwah dan perlawanan penjajah.

Baca Juga:  Sunan Kalijaga Sang Negosiator dan Penggerak Kultural

Adapun, disebut Sayyid, karena memang silsilah beliau sampai ke Rasulullah dari jalur laki laki, dan Brawijaya V dari jalur ibu. Sedangkan, jika diurut ke bawah, Mbah Sambu adalah leluhur para ulama di Jombang, terutama Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari yang pada tanggal 22 Oktober 1945, bersama PCNU se Jawa dan Madura, melahirkan Resolusi Jihad NU itu. Subhanallah.

Baca Juga:  Hidup Perlu Serius, Tapi...Serius di Apa Ya?

Bersyukur saya dapat sowan, mendoakan dan mengenang jasa beliau.

Penulis saat berada di depan makam Mbah Sambu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *