Membuat Pestisida Nabati untuk Pertanian Bareng Mahasiswi KKN IAI Al-Hikmah Tuban

Bagi pemerhati lingkungan, penggunaan obat-obatan di bidang pertanian juga menjadi perhatian. Yaitu dengan mengedepankan keamanan dan kelestarian semua komponen yang ada pada lingkungan tertentu. Apalagi jika praktiknya dengan menggunakan bahan yang relatif murah dan peralatan yang cukup sederhana dan tidak begitu meninggalkan dampak negatif bagi lingkungan.

Contohnya adalah pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan pestisida nabati. Yaitu pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman. Pestisida nabati ini tergolong sebagai pestisida alami yang bahan bakunya mudah didapat di sekitar kita yang hidup di pedesaan.

Sebuah penelitian menyebut, secara global terdapat lebih dari 1500 jenis tumbuhan dilaporkan dapat digunakan sebagai bahan baku pestisida nabati. Sedangkan di Indonesia, sebenarnya sangat banyak jenis tumbuhan penghasil pestisida nabati, dan diperkirakan ada sekitar 2400 jenis tanaman yang termasuk ke dalam 235 famili.

Tanaman yang berpotensi sebagai bahan pestisida memiliki ciri beraroma kuat, rasa yang pahit, tidak disukai serangga hama, dan dapat digunakan sebagai tanaman obat. Sejumlah tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan baku pestisida nabati seperti daun pepaya, brotowali, bawang putih, mimba, kipait, saliara, suren, dan jarak pagar.

Baca Juga:  The Post dan Jurnalisme Kita Hari Ini

Karena bahan bakunya mudah didapat, biaya pembuatannya pun jadi tidak mahal. Dengan demikian dapat menekan ongkos produksi pertanian. Hal itulah yang mungkin disadari oleh para mahasiswi Institut Agama Islam (IAI) Al-Hikmah Tuban yang sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata di Desa Mojoagung Kecamatan Soko Kabupaten Tuban.

Jumat (15/09/2023) kemarin mahasiswi KKN PAR 2023 IAI Al Hikmah Tuban menggelar Pelatihan Pencegahan Hama Wereng pada Tanaman Padi dengan Pestisida Nabati. Peserta pelatihan adalah para petani di kelompok tani desa setempat. Kegiatan bertempat di Balai desa setempat.

Pelatihan ini mengundang Bapak Mulyono, Ketua Kelompok Tani Makmur dari Desa Sendang Kecamatan Senori (Tuban) sebagai narasumber.

Dalam sambutan pembukanya, Kepala Dusun Mojo mewakili pihak Pemdes mengatakan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurut Kasun, kegiatan ini penting untuk menambah wawasan buat para petani agar bisa makin berkembang. “Semoga acara hari ini dapat berjalan dengan lancar dan apa yang telah disampaikan oleh narasumber bisa bermanfaat untuk seluruh warga/petani di desa Mojoagung,” imbuh Kasun.

Selanjutnya, Mulyono selaku narasumber menyampaikan materi terkait tema kegiatan. Mulyono menjelaskan terlebih dahulu apa itu pestisida nabati.

Menurut Mulyono pestisida nabati sebagai suatu pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman. Pestisida nabati ini bahan bakunya mudah ditemukan.

Baca Juga:  Saya Menunda Liburan ke Luar Kota karena Tertarik Datang ke Pasar Dadakan Desa Klampok

“Di Indonesia ini sangat banyak jenis tumbuhan penghasil pestisida nabati. Tanaman yang berpotensi sebagai bahan pestisida memiliki ciri beraroma kuat, rasa yang pahit, tidak disukai serangga hama dan dapat digunakan sebagai tanaman obat,” kata Mulyono.

Kemudian Mulyono menjelaskan mengenai tata cara membuat pestisida nabati, langkah-langkah yang harus dikerjakan, bahan-bahan, dan manfaat yang terkandung pada pestisida nabati.

“Pestisida ini tidak hanya untuk mengobati hama wereng saja, tetapi dapat digunakan untuk Pupuk Organik Cair (POC), meskipun tidak ada penyakit pada tanaman padi pesnab juga tetap bisa digunakan sebagai alat untuk menyuburkan tanah,” jelas Mulyono.

Fungsi dari pestisida nabati ini adalah :

  1. Repelen, yaitu cara kerja pestisida menolak kehadiran serangga. Misal: dengan bau yang menyengat Antifidan, mencegah serangga memakan tanaman yang telah diaplikasi.
  2. Merusak perkembangan telur, larva, dan pupa
  3. Menghambat reproduksi serangga betina
  4. Racun syaraf
  5. Mengacaukan sistem hormone di dalam tubuh serangga
  6. Atraktan, pemikat kehadiran serangga yang dapat dipakai pada perangkap serangga
  7. Mengendalikan pertumbuhan jamur/bakteri

Langkah-langkah membuat pestisida nabati. Murah dan mudah ditemukan bahan bakunya.

Sementara itu, kelebihan dari pestisida nabati yaitu :

  1. Degradasi/penguraian yang cepat oleh sinar matahari
  2. Memiliki pengaruh yang cepat, yaitu menghentikan napsu makan serangga walaupun jarang menyebabkan kematian
  3. Toksisitasnya umumnya rendah terhadap hewan dan relative lebih aman pada manusia dan lingkungan
  4. Memiliki spectrum pengendalian yang luas (racun lambung dan syaraf) dan bersifat selektif
  5. Dapat diandalkan untuk mengatasi OPT yang telah kebal pada pestisida kimia
  6. Fitotoksitas rendah, yaitu tidak meracuni dan merusak tanaman
  7. Murah dan mudah dibuat oleh petani
Baca Juga:  Dewan Pers: Perlu Dibentuk Tim Investigasi Bersama untuk Usut Kebakaran di Rumah Wartawan di Karo 

Adapun bahan-bahan yang harus disiapkan adalah : daun pepaya ½ kg, daun sereh ½ kg, daun sirih ½ kg, daun sirsak ½ kg, daun mengkudu ½ kg, daun tembakau ½ kg, bonggol pisang, akar kelor ½ kg, bawang putih ½ kg, sabun colek 2 bungkus, MOL/EM 1 liter, dan air 30 liter. Dan alat-alat yang digunakan meliputi : pisau/golok, ember plastik, selang, air botol bekas, gunting, lakban, dan tong fermentasi.

Prosedur/cara pembuatannya dengan mencincang semua bahan-bahan tersebut, kemudian masukkan semua bahan ke dalam tong fermentasi, lalu tutup seerat mungkin tong tersebut agar tidak ada udara yang masuk.


Konten ini ditulis oleh Tim Publikasi KKN Mahasiswi IAI Al-Hikmah Tuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *