Menabung 45 Minggu untuk Sebuah iPhone Idaman

0
202
Sumber: Unplash

Iphone sedang jadi tren. Tak ada uang cash, menabung dulu juga bisa. Iphone tetap bisa ditangan. Sang pembeli biasanya menyicil atau menabung dahulu sejumlah uang. Di tengah proses membayar cicilan, iPhone yang diinginkan bisa didapat. Fenomena baru di Bojonegoro.

***

Di era digital masyarakat jauh lebih mudah melakukan aktifitas yang berhubungan dengan dunia maya. Mudah menjangkau situs situs yang tidak diketahui orang lain, contoh kecilnya adalah Smartphone.

Sebelum membeli kita bisa mencari tahu produk smartphone apa yang bagus dengan mengakses internet dan mengetik dengan kata kunci smartphone. Semua yang berhubungan dengan smartphone pasti akan muncul pada situs yang di cari.

Bahkan tidak hanya orang dewasa saja yang saat ini menggunakannya. Namun, anak kecil usia belia pun mengenalnya dan bahkan meminta untuk mengakses meski hanya sekedar ingin melihat Disney kesukaannya.

Di kalangan remaja situs internet dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi di bangku sekolah ataupun perkuliahan, internet hadir sebagai menunjang mencari bahan ajar yang akan mereka pelajari.

Apalagi pada anak muda yang terus mengikuti perkembangan tren. Setiap kali ada perubahan terlebih di dunia maya mereka selalu update dan satupun tak akan mereka lewatkan. Pada sebuah smartphone, selain sebagai penunjang bahan ajar mereka juga mengikuti berbagai tren dan berbagai macam fitur terbaru.

Tak heran jika biasanya mereka rela membeli produk terbaru dari smartphone itu meski smartphone yang mereka beli masih sangat layak untuk dipakai.

Seperti yang lagi marak akhir akhir ini, iPhone menjadi pusat perhatian terutama di kalangan mahasiswa Bojonegoro. Hampir 85% dari mereka saat ini beralih menggunakan iPhone. Padahal jika kita mendengar kata iPhone, pasti terbesit sebuah kata mahal karena memang harganya yang jauh lebih tinggi di banding smartphone jenis lainnya.

Namun, hal ini tak lagi menjadi risauan para remaja khususnya mahasiswa. Dengan mudah mereka bisa mendapatkan iPhone dengan cepat. Karena penjual produk iPhone pun semakin hari semakin bertambah banyak, bahkan tak tanggung tanggung para penjual memberikan tawaran untuk membuat tabungan guna membayar iPhone.

Pada satu sisi, masyarakat tentu diuntungkan dengan kemudahan itu. Kita bisa memakai dan menikmati meski tabungan yang kita miliki belum memenuhi target.

Seperti Arman (sebut saja namanya begitu) yang belum lama ini saya temui. Usianya 30 Tahun. Secara tak sengaja, kami bertemu belum lama. Arman sedang melakukan COD smartphone dengan pembelinya di sebuah kafe seputar kota Bojonegoro.

Arman mengatakan bahwa sang pembeli biasanya menyicil atau menabung dahulu sejumlah uang. Di tengah proses membayar cicilan, iPhone yang diinginkan bisa didapat. Selain itu terkadang pembeli juga meminta untuk melakukan tukar tambah smartphone dengan yang baru.

Tidak hanya pada kalangan mahasiswa saja, Arman juga menawarkan berbagai macam smartphone lain seperti Oppo, Vivo, Redmi dan lainya kepada para pegawai. Mulai dari pegawai yang baru masuk kerja sampai dengan pegawai yang bergaji tinggi.

“Dari berbagai macam tipe hp yang saya tawarkan biasanya yang lebih banyak peminatnya adalah iPhone. Sebut saja iPhone 11 pro seharga 11jt yang bisa dicicil selama 45 minggu,” katanya.

Jika dihitung, 45 minggu untuk Rp 11 juta, maka mulai start pada bulan Februari dengan cicilan 50ribu/hari sampai dengan bulan Desember. Namun, cicilan perbulanya akan semakin naik tergantung hp yang diinginkan. Keuntungan bagi pembeli bisa meminta hp yang diinginkan datang sesuai waktu yang mereka inginkan. Jika dihitung hitung dalam satu bulan mereka bisa membayar Rp 1.500.000 sampai dengan 2jt, maka iPhone bisa langsung di tangan.

Berbagai macam tipe iPhone lain dijual oleh Arman. Seperti iPhone 6s+, iPhone 7+, iPhone 8+, iPhone X, dan iPhone Xs Max.

Arman dan para penjual lain, biasanya memberikan harga lebih rendah dengan berbagai macam diskon dan waktu tabungan yang cukup lama. Alhasil, para pemakai iPhone khususnya yang baru-baru ini pasti tergiur dan ingin memilikinya.

Tapi meskipun begitu tentu saya ada dampak positif dan negatifnya. Dampak positif mungkin kita bisa membeli smartphone yang kita inginkan dengan uang sendiri meski harus menyicil tabungan.

Namun dari balik dampak positif itulah ada dampak negatif yang mungkin bisa sangat merugikan penjual maupun pembeli. Diantaranya adalah, pembeli bisa saja mendapat smartphone yang kw atau bisa saja tertipu setelah uang yang ditabung tidak mendapat iPhone idaman itu.

Selain itu sebagai penjual, bisa saja mereka kehilangan para penabung yang setelah mendapatkan iPhone itu dan tidak menabung kembali. Jadi jika dilihat dari sisi positif dan negatifnya tentu saja pasti akan berfikir dua kali sebelum memutuskan.

Nah, bagaimana denganmu?

SHARE
Kontributor GangKecil, mahasiswa Stikes ICsada Bojonegoro. Aktif di Sekolah Jurnalistik Sosrodilogo (SJS) Bojonegoro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here