Mengunjungi Sematta, Menikmati Secangkir Kopi dan Sebait Puisi

0
486

Di Sematta, pengunjung bisa mengikuti berbagai kelas, seperti kelas puisi hingga kelas jurnalistik. Dan tentu saja menikmati kopi panas bersama sahabat.
***

Sematta memang bukan sebuah kata yang bisa dicari di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata ini memang sengaja diciptakan oleh para pendiri Sematta. “Karena kita lahir bukan untuk merawat plagiasi,” Andre Purwanto, salah satu anggota komunitas Sematta.

Sematta pun menjadi sebuah istilah baru, dan memberi kebabasan bagi siapapun yang ingin memberi tafsiran makna.

Komunitas Sematta bermula dari adanya pertemuan-pertemuan kelompok kecil yang fokus dengan kajian puisi. Mereka menyebut dirinya dengan sebutan “kelas puisi”. Pada saat itu belum berani menyebut dirinya sebagai komunitas, “Karena kita masih dinamis, kadang trafick nya naik kadang turun,” katanya.

Trafick dalam hal ini berwujud emosi para anggota kelas puisi yang mengalami naik turun. Kadang minatnya naik dan kadang turun. Sehingga kadang peminatnya banyak, kadang juga sedikit.

Meski peminatnya mengalami naik turun, hal itu tak dapat membuat mereka berputus asa. Bahkan membuat mereka selalu memupuk komitmennya, sehingga sampai saat ini tersisa tiga anggota yang masih komitmen merawat komunitas Sematta. Ketiga anggota tersebut ialah Andre dan Izul, serta Agus Salim selaku mentor kelas puisi dalam komunitas Sematta.

Selain sebagai mentor, Agus Salim juga yang mengusulkan nama Sematta dan kemudian disetujui oleh para anggotanya. “Kala itu setelah kajian puisi dan kawan-kawan sudah pada pulang. Aku sama mas Agus berdiskusi mulai jam setengah satu hingga setengah tiga pagi hanya untuk mencari nama. Akhirnya mas Agus menemukan sebuah kosa kata yang memang tidak tertera dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)” ujar Andre Purrwanto.

Dinamika inilah yang membuktikan bahwa Sematta lahir atas dasar ide dari mereka sendiri, bukan meniru atau memiliki kesamaan dengan yang lainnya. Akibat kosa kata inilah menyebabkan para pembacanya terpantik pemikirannya untuk selalu mencari makna dan memberi tafsiran terhadap kata Sematta secara bebas.

Pembaca boleh saja memberi makna secara bebas tanpa meninggalkan nilai-nilai logis, etis, dan estetis. Sematta tidak memiliki spesisifikasi secara makna lughowi atau secara istilah. Artinya pengelola membiarkan kepala para pembaca memberi persepsi dan perspektifnya sesuai dengan isi pikiran dan perasaan pembaca masing-masing.

 

Sematta kafe berada di tengah perumahan Pandawa Land/Foto: Rian

Sematta menjadi ruang mengembangkan potensi diri

Sematta juga bebas terbuka untuk siapa saja atau kelompok manapun. Jadi Sematta adalah tempat bagi seseorang yang ingin mengembangkan potensi dirinya. Hingga kini Sematta telah mengalami perkembangan yang dinamis, bahkan kini telah melahirkan “Sematta Kopinan”.

Sematta Kopinan ialah tempat nongkrong muda-mudi dengan menu-menu seksi yang disediakan penyaji untuk menumpahkan segala risau dan sepi. Sekaligus tempat belajar sastra dan seni dengan jadwal rutin atau tentatif yang diatur pengelola sedemikian rupa tanpa meninggalkan nilai-nilai logis, etis, dan estetis.

Agus Salim, founder Sematta lain menjelaskan selain untuk tempat ngopi, Sematta juga menawarkan wadah untuk belajar sastra dan seni. Sematta juga telah menjadi tempat pertukaran ide dan gagasan bagi para muda-mudi yang nongkrong. Banyak sekali forum-forum diskusi kecil tentang keilmuan yang terbentuk secara organik oleh para pengunjungnya.

Rupa bangunan Sematta Kopinan juga sangat unik, menawarkan konsep rumah kecil yang tradisional dan sangat sederhana.

Menurut Andre Purwanto konsep bangunan tradisional akan menjadi unik beberapa tahun mendatang. “Pikiran kita akan tergugah dengan fenomena-fenomena yang kita lihat, dengar, dan rasakan di Sematta ini,” tuturnya.

Konsep tradisional inilah yang menjadi salah satu keunikan Sematta Kopinan. Meski sederhana, soal kenyamanan Sematta tidak kalah nyaman dengan kafe yang menunya serba mahal.

Letak bangunan sematta kopi berada di tengah perumahan Pandawa Land, perumahan elite (kelas menengah ke atas di Bojonegoro). Perumahan Pandawa Land terletak di desa Pacul Kecamatan Bojonegoro. Uniknya di antara bangunan-bangunan megah ada satu bangunan yang membuat mata terbelalak. Ia adalah Sematta Kopi, sebuah bangunan kecil, tradisional, dan sederhana yang terletak di antara bangunan-bangunah megah berlantai dua hingga tiga.

Agus Salim pernah bercerita “Banyak rumah-rumah kecil yang tergusur akibat pembangunan, akan tetapi ada satu rumah kecil yang mampu berdiri dan bertahan di antara bangunan-bangunan besar,” tuturnya.

Mendefinisikan idealisme

Seringkali kita melihat fenomena idealisme seorang pemuda ditawar para penguasa hanya untuk kepentingan sesaat. Hingga akhirnya banyak pemuda yang tidak kuat untuk mempertahankan idealismenya karena berbagai penawaran yang menggiurkan. Sematta Kopi akan menjadi simbol seorang pemuda yang bersikukuh mempertahankan idealismenya.

Pemuda tersebut tidak malu meski harus hidup sederhana dan sebagai rakyat biasa. Akan tetapi dia dapat hidup bersama ide-ide dan karyanya. Sematta Kopi juga mengajarkan tentang bagaimanapun keadaan dan kondisinya, kita tetap harus hidup dan menikmati proses sebagai manusia seutuhnya. Terlahir sebagai manusia, kita memiliki derajat yang sama dengan manusia lainnya. Maka kurang patut membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya, begitu juga jangan pernah minder dengan yang lainnya.

Sebab kita memiliki hakikat dan esensi yang sama yaitu sebagai manusia, dan sebaik-baiknya manusia ialah yang bermanfaat bagi orang lain. Sematta Kopi sebagai wujud kemandirian anggota dan komunitasnya, sebesar 10% hasil dari penjualan kopi digunakan untuk memfasilitasi serta menghidupkan kegiatan-kegiatan komunitas.

Cara ini menunjukkan bahwa komunitas Sematta berdiri secara independen tidak terikat dengan lembaga pemerintah atau partai politik tertentu. Sebagai wujud komitmennya, komunitas Sematta juga memiliki beberapa kegiatan rutinan yang ditawarkan bagi siapapun yang ingin belajar di dalamnya. Berikut ini kegiatan rutinan yang telah ditawarkan oleh sematta :

– Diskusi sastra, yang sudah berjalan setiap malam Senin
– Kelas puisi, yang akan dibuka pada bulan januari 2022
– Kelas jurnalis data, yang akan dibuka pada bulan Februari 2022

Nah, jika kamu sudah semakin penasaran dengan komunitas Sematta atau ingin mendapatkan informasinya lebih lanjut. Langsung saja datang ke Sematta Kopi yang terletak di tengah perumahan Pandawa Land, kira-kira terletak 100 meter di sebelah selatan perempatan Masjid Pacul Kecamatan Bojonegoro.

Mencari lokasi Sematta Kopi tidaklah sulit, cukup masuk perumahan dan cari bangunan yang paling kecil, tradisional, dan sederhana yang berdiri di antara beberapa bangunan megah. Demikian beberapa keunikan tentang seputar informasi Sematta Kopi.

SHARE
Penulis kontributor Gangkecil.com dan aktif di PMII Bojonegoro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here