New Citra Rupa Hadirkan Karya Para Pelukis Bojonegoro dalam Pameran

0
314
Lukisan yang dipamerkan di Gedung PCK/Sumber: Listiawati

PULUHAN lukisan karya para pelukis Bojonegoro berjejer rapi di dalam Gedung PCK Jl Sawonggaling, kawasan Kota Bojonegoro. Lukisan-lukisan tersebut sudah dipamerkan sejak Kmis (25/11/2021) lalu. Total ada 76 lukisan karya 16 pelukis Bojonegoro yang semuanya mencoba menyuguhkan keindahan karya. Para pelukis tersebut tergabung dalam komunitas New Citra Rupa.

New Citra Rupa merupakan komunitas yang didirikan bersama-sama oleh para pelukis Bojonegoro pada tahun ini. Menurut Suyanto, ketua komunitas New Citra Rupa, sebenarnya embrio komunitas sudah ada sejak lama. Itu sekitar tahun 1970-1975 yaitu komunitas Citra Rupa. Beberapa pendiri komunitas itu yang sampai sekarang masih ada diantaranya adalah Sujono dan Wahyu Subakdiono. Tetapi karena pengurus komunitas ini lama vakum dan sudah sepuh, sehingga komunitas ini menjadi berhenti.

Dalam perjalanan kemudian, di antara beberapa pendirinya berkolaborasi dengan seniman-seniman muda namun sudah lama berkecimpung di dunia seni untuk membuat sebuah komunitas baru bernama “New Citra Rupa”.

Suyanto menambahkan misi dari komunitas ini tak lain adalah untuk membuktikan bahwa para pelukis Bojonegoro dan karyannya selalu eksis. Sebagai sumbangsih bahwa kedepannya akan ada peningkatan budaya membuat karya seni lukis Bojonegoro.

“Kalau ditanya siapa sih para pelukis Bojonegoro dan seperti apa karyanya? Jawabannya ya, ini. New Citra Rupa ini,” katanya.

Pelukis yang tergabung dalam komunitas ini berasal dari berbagai wilayah di Bojonegoro. Di antaranya ada yang dari Ngasem, Kedungadem dan Bubulan. Sebanyak 24 pelukis dari lintas generasi menjadi anggota komunitas. Dan 4 diantaranya adalah pelukis perempuan.

Latif Basya, 25, salah satu pelukis yang tergabung dalam komunitas New Citra Rupa ini misalanya, memajang salah satu karya lukisnya berjudul: Kubaca Sendiri Hidupku. Ukuran lukisannya 120 × 140 Cm. Lukisan karya Latif menggambarkan sosok perempuan yang sedang duduk dengan santun sambil mata terpejam dan buku di tangannya. Di sampingnya terdapat beberapa tumpukan buku dan background buku. Tak lupa juga ada kucing dalam lukisan tersebut.

Latif menjelaskan, makna lukisan miliknya tersebut menggambarkan sosok perempuan modern yang berpengetahuan. Baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan yang lain. Perempuan itu juga seperti membaca tapi dia terpejam. dan seperti membaca dirinya sendiri atau melihat background dirinya sendiri. Mengamati lukisannya, kita seperti diajak agar lebih tahu diri dan sadar diri. juga tahu porsi diri dengan tetap memegang budaya, yang harus tetap santun, hormat, dan sebaginya.

Lukisan karya Latif Basya/Foto: Listiawati

“Bukan berarti kita hidup di jaman modern harus berpakaian jawa, bukan! Tapi nilai-nilai kebudayaannya itu yang jangan sampai hilang dalam bersikap, ” katanya.

Pelukis asal Kecamatan Ngasem ini memamerkan 4 lukisan karyanya dalam pameran tersebut.

Selain menyelenggarakan pameran, komunitas New Cipta Rupa juga mengadakan kegiatan lain. Seperti membuat mural, menerima lukisan potret, relief dan sebagainya,

“Karena komunitas ini adalah komunitas professional, artinya anggota-anggota kami adalah pelaku seni. Yang membuat mural-mural di beberapa titik itu adalah anggota kami,” ucapnya.

Komunitas yang beralamatkan di Jalan Kyai Mojo no 31 Mojokampung ini ke depannya ingin mengadakan pasar seni rupa. Suyanto, sang ketua komunitas berharap kepada pemerintah Kabupaten Bojonegoro agar bisa memfasilitasi dan memberikan tempat kepada seniman.

“Kami ingin mengadakan pasar seni rupa setiap bulannya. Supaya menjadi jujugan masyarakat Bojonegoro. Nanti di situ tidak hanya lukisan tapi bisa ada batik dan sebagainya. Kalau pasar sayur, sapi, burung kan sudah ada. Pasar seni yang belum ada” pungkas guru SMP 1 Bojonegoro tersebut.

Lukisan-lukisan karya para pelukis Bojonegoro dalam pameran yang digelar New Citra Rupa/Foto: Listiawati
SHARE
Kontributor Gangkecil, Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro. Aktif di Sekolah Jurnalistik Sosrodilogo (SJS) Bojonegoro,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here