Story  

Ngopi Bareng Ngobrol tentang Bodjonegoro Tempo Doeloe di Klampok, Monggo Lur!

Sejarah, selalu memberikan tafsiran baru dan daya pikat tersendiri bagi para ‘penikmatnya’. Selalu menarik untuk dikulik. “Jas Merah; Jangan sekali-kali Lupakan Sejarah!”, rasanya, tentu kita semua sudah sangat familiar dengan amanat yang disampaikan oleh Presiden RI pertama itu.  Jika kita ingat-ingat saat kecil dulu, sebenarnya, sebagian besar dari kita tentu sudah sangat akrab dengan sejarah. Entah Kakek atau Nenek, atau Ibu dan Bapak serta Mbah-Mbah kita dulu, kerap memberikan sebuah cerita kepada anak cucu saat sore hari atau saat menjelang tidur. Ya, sudah menjadi semacam dongeng.

Nah, btw, besok ini, Sabtu (25 Juni 2022), sebuah komunitas yang mengatasnamakan dirinya dengan label Bodjonegoro Tempo Doeloe (BTD), akan menggelar sebuah acara Ngopi Bareng. Ngopi bareng ini tentu saja bukan sekedar Ngopi yang sibuk dengan gawai. Bukan.

Ngopi sembari diskusi tentang sejarah Bojonegoro di masa lampau. Menggandeng Pemerintah Desa Klampok, acara ini bakal dihelat di Balai Desa Klampok. Desa Klampok, sebuah desa kecil di Kecamatan Kapas.

Di acara perdana yang nantinya akan terus dilakukan secara rutinan saban bulan dengan tempat yang berbeda-beda ini, dihadiri oleh empat pemateri yang mempunyai kompetensi tentang sejarah Bojonegoro dari berbagai masa.

Pertama Ada Ngastasio Kertonegoro atau yang karib disapa Mbah Ngas.  Beliau adalah salah satu pencetus berdirinya komunitas BTD cum pengamat sejarah Bojonegoro zaman Hindia – Belanda

Baca Juga:  Fesmed 2018 Jadi Ajang Pertemuan Publik, Jurnalis dan Praktisi Media

Kedua adalah  Gus Munib Al Salim, seorang pemerhati sejarah Bojonegoro di era Demak-Mataram.

Ketiga Niko Fatkuria, S. Pd. Seorang pemerhati sejarah Bojonegoro era Majapahit.

Dan terakhir adalah Siti Mahmudah, menjadi satu-satunya pemateri wanita yang turut mengisi acara diskusi ini. Wanita yang menamatkan studi ilmu sejarah di Universitas Airlangga pada 2016 itu menulis skripsinya berjudul “Buruh Perkebunan Tembakau Bojonegoro 1860-1939” yang kemudian diterbitkan oleh Penerbit Nuntera pada 2020 lalu dengan judul yang sama.

Tentunya, acara diskusi sambil ngopi bareng ini akan semakin gayeng, karena akan dipandu oleh Kang Tohir, seorang yang hobi memasak dan juga ikut menulis buku “Bodjonegoro Tempo Doeloe” yang diterbitkan Penerbit Gang Kecil, pada Maret 2018 lalu.

Baca Juga:  Buku Bodjonegoro Tempo Doeloe, Bacaan Populer

Dijamin deh, dulur-dulur sedoyo akan mendapatkan banyak ‘sesuatu’ dari acara diskusi santai sambil ngopi–namun berisi ini. Owiya, acara ini juga dimeriahkan oleh group keroncong dari Karang Taruna Desa Klampok “Keroncong Harapan Baru”. Tentunya makin ciamik dong. Vibes-nya makin ngena.

Jangan lupa ya, catat tanggalnya; Sabtu, 25 Juni 2022 di Balai Desa Klampok, pukul 19.00 WIB sampai usai.

Owiya satu lagi, acara “Kadjian Sedjarah Bodjonegoro”, dengan tema “Apa Itu Sejarah ? Kenapa Belajar Sejarah?” itu, juga disediakan wedang kopi dan camilan secara cuma-cuma alias gratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *