Diurna  

Peserta SJS #2 Belajar Jurnalistik di Jawa Pos Radar Bojonegoro

Sumber: Naufal

Sekolah Jurnalistik Sosrodilogo (SJS) #2 mengadakan kelas di Kantor Jawa Pos Radar Bojonegoro bersama Khorij Zaenal Asrori, Pimpinan Redaksi Radar Bojonegoro, Sabtu (5/3/2022).

Di pertemuan kali ini, diikuti oleh sejumlah peserta SJS dari mahasiswa beberapa kampus di Bojonegoro. Selain itu juga peserta berasal dari para kontributor media online yang berkantor di Gang Garuda, Banjarejo. Kelas berlangsung dengan gayeng mulai pukul 10.30 wib hingga 12.00 wib.

Pemred Radar Bojonegoro Khorij Zaenal Asrori menceritakan sepenggal pengalaman hidupnya selama menjadi jurnalis. Ia menceritakan pahit manisnya menjadi jurnalis. “Sebelum berita terbit untuk besok, seluruh wartawan melakukan koodinasi dan listing berita,” jelas Khorij.

Baca Juga:  Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d dalam Maklumatnya

Ia menambahkan, agar pembaca tidak bosan untuk membaca berita, selalu ada liputan-liputan khusus seperti featerus atau yang lainya.

Di tengah-tengah penyampaian materi, Alfain, salah satu peserta mangajukan pertanyaan, “Jika ada narasumber yang tidak mau diwawancara, itu bagaimana menyikapinya?,” tanyanya.

Kemudian dijawab oleh Khorij, “Jangan takut dengan narasumber, jika tidak masih tidak berkenan, wartawan harus mencari sumber yang lain,” terangnya.

Baca Juga:  Cerita Muhamad Ali, Peternak Sapi yang Pernah Belajar di Australia

“Jika narasumber tidak berkenan untuk menjawab, bisa jadi ada hal yang disembunyikan oleh naraumber, atau memang narasumber tidak mengetahui konteks permasalahan tersebut,” tambahnya.

Sebagai penutup, ayah dua anak ini menyampaikan untuk rutin membaca buku. “Pesan saya terakhir, jangan lupa membaca buku agar otak bisa lebih mengalir. Dan sebagus-bagusnya wartawan kalau tidak membaca buku maka akan tumpul,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *