Soal Doxing Jurnalis Cakrayuri Nuralam, Berikut Pernyataan Lengkap Liputan6.com 

0
150

Liputan6.com mengecam keras tindakan teror melalui doxing. Kerja-kerja jurnalistik diatur Undang – Undang Pers No.40 tahun 1999, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber. Jika ada yang keberatan dengan pemberitaan Liputan6 com, ada banyak mekanisme yang disediakan oleh undang-undang itu.

Wartawan tidak bekerja atas nama pribadinya, melainkan atas nama institusi dan dalam sistem yang dilindungi serta sekaligus patuh pada ketentuan undang-undang pers. Menjadikan wartawan sebagai sasaran dengan melakukan tindakan kekerasan seperti doxing, bukan saja salah alamat, tapi sangat berbahaya. Karena itu kami akan menempuh jalur hukum untuk merespon tindakan ini.

Karena doxing adalah bentuk tindakan kekerasan dan jelas sangat berbahaya, apalagi mencantumkan link yang mengarah kepada alamat rumah, foto keluarga, termasuk foto anak bayi sang wartawan, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan materi berita yang ditulis. Dalam kasus ini, pelaku bukan saja mendoxing wartawan kami, tapi juga keluarga, menunjuk alamat rumah, nomor telepon, dan link akun privat yang mengarah ke foto keluarga, termasuk foto sang bayi. Terima kssih

Jakarta, 12 September 2020

Irna Gustiawati Pimpinan Redaksi Liputan6.com

CP: Aya – 0877-8419-0261

Email: Redaksi.Liputan6@KLY.Id

Kronologi Doxing terhadap Jurnalis Cek Fakta Liputan6.com

Nama koban: Cakrayuni Nuralam

Unit: Editorial/Kanal Cek Fakta

Pada 10 September 2020, korban mempublikasikan artikel cek fakta yang memverifikasi klaim yang menyebut, politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan merupakan cucu dari pendiri PKI di Sumatera Barat, Bachtaroeddin.

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4352565/cek-fakta-tidak-benar-anggota-dpr-dari-fraksi-pdiperjuangan-cucu-pendiri-pki-di-sumbar

Serangan doxing bermula pada Jumat 11 September 2020, dengan skala massif.

Sekitar pukul 18.20 WIB, akun Instagram @d34th.5kull mengunggah foto korban tanpa izin dengan keterangan foto sebagai berikut: “mentioned you in a comment: PEMANASAN DULU BRO‼️ No Baper ye jurnalis media rezim . Hello cak @cakrayurinuralam . Mau tenar kah,ogut bantu biar tenar . #d34th_5kull #thewarriorssquad #MediaPendukungPKI”

Kemudian, akun Instagram cyb3rw0lff__, cyb3rw0lff99.tm, _j4ck__5on__, dan __bit___chyd_____, menyusul dengan narasi serupa

Sekitar pukul 21.03 WIB, akun @d34th.5kull mengunggah video dengan narasi: “mentioned you in a comment: Demi melindungi kawannya yang terjebak dalam pengeditan data di Wikipedia,oknum jurnalis rela melakukan pembodohan publik Dan diikuti oleh team kecoa nya di masing-masing media rezim, sementara kita buka dulu 1 monyetnya…sisanya next

One Shoot

One Kill .

Instagram : @Cakrayurinuralam

Link : https://instagram.com/cakrayurinuralam

Email : sevenjournalist@gmail.com Facebook : Cakrayuri Nuralam

Link : https://m.facebook.com/profile.php?id=1692936757

Twitter @cakrayuri

Link : https://twitter.com/Cakrayuri

No 081218065769

https://m.liputan6.com/me/Cakrayuri.Nuralam/bio

https://www.linkedin.com/in/cakrayuri-nuralam-0b83b1110

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4352565/cek-fakta-tidak-benar-anggota-dpr-dari-fraksi-pdiperjuangan-cucu-pendiri-pki-di-sumbar

#d34th_5kull

#Thewarriorssquad

#AntiBangsatBangsa”

Unggahan seperti itu juga dibuat oleh pemilik akun __bit___chyd____. Mereka membuat video dan mengambil data korban di media sosial.

Selanjutnya pada pukul 22.10 WIB, akun Instagram i.b.a.n.e.m.a.r.k.o.b.a.n.e juga mengunggah video serupa. Bukti tangkapan layar:

Setidaknya ada empat akun yang teridentifikasi sebagai pelaku doxing, yakni:

1. https://www.instagram.com/cyb3rw0lff99.tm/

2. https://www.instagram.com/d34th.5kull/

3. https://www.instagram.com/cyb3rw0lff__/

4. https://www.instagram.com/_j4ck__5on___

Berdasarkan penelusuran kami, hanya dari satu akun saja, sudah banyak yang merepost. Dan itu hanya dalam hitungan jam: https://gramho.com/explore-hashtag/D34TH_5KULL

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here