Story  

Tips ‘Gila’ Agar Survive Selama Ramadhan

foto: halhalal.com

Mukicoi adalah teman yang banyak berjasa bagi kami. Ia banyak mengajarkan kepada kami bagaimana bertahan hidup di dunia yang serba sulit ini.

Apa yang kami rasakan itu tentu bukan olok-olok, tapi benar-benar kami alami. Waktu itu, kantor organisasi kami terletak di area Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kota Kediri. Gedung GNI sendiri punya tempat yang bisa disewa untuk kegiatan warga, salah satunya kegiatan resepsi pernikahan. Nah, setiap kali ada pesta pernikahan, Mukicoi ketiban rejeki.

Pada hari resepsi pernikahan, Mukicoi akan berpakaian rapi menggunakan baju batik kemudian nimbrung di acara. Ia tak canggung, sehingga benar-benar serupa tamu undangan. Dan tentu ia ikut makan-makan.

Awalnya kami risih dengan ulah Mukicoi. Tetapi setelah mendengar testimoni Mukicoi terkait lezatnya makanan di sana, kami tak kuat menahan godaan. Kami akhirnya ikut juga dalam aksi tersebut. “Pesta..” teriak kami ketika tahu bahwa akan ada acara pesta pernikahan di gedung tersebut.

Dan inilah kehebatan lain Mukico. Usai pesta, ia akan mendatangi acara tersebut menanyakan apakah ada sisa-sisa makanan yang bisa disumbangkan. Kalau beruntung, maka “pesta” pertama akan berlanjut pada pesta kedua di kantor kami.

Baca Juga:  Orang Jawa Menikmati Ramadhan

Pernah juga ketika menanyakan sisa-sisa makanan pesta, Mukicoi mendapat satu panci besar es campur. Akan tetapi karena di kantor tidak ada wadah sebesar itu, Mukicoi tidak kehabisan akal, tempat sampah plastik, yang apabila kita ingin membukanya kita harus menginjak pembukanya dengan kaki, dia cuci bersih kemudian dipakai untuk tempat es campur. Beberapa teman jijik dan nggak jadi ikut berpesta. Tapi yang lain melanjutkan pesta.

Lain lagi saat kami menjadi relawan Gempa Bumi Jogja 2016. Waktu itu ketika PERSIK (Persatuan Sepak Bola Kediri Kota) sedang bermain di kandang PERSIS Solo, kami mendatangi hotel tempat pemain dan official menginap untuk menggalang dana PEDULI JOGJA. Saat menunggu pemain dan official balik ke hotel, tiba-tiba Mukicoi sudah tidak ada di antara kami. Setelah kira-kira dua jam menghilang, tiba-tiba Mukicoi muncul dengan membawa satu tas plastik besar penuh jajanan.

“Dari mana Coi.. kok banyak sekali,” tanya kami kaget tapi senang.

“Tadi itu ada seminar di meeting hall hotel. Saya tunggu sampai selesai. Ketika selesai saya bilang ke cleaning service untuk mengambil sisa-sisa jajanan dari peserta yang tidak dimakan. Akhirnya dapat deh sekantong plastik besar,” jawab Mukicoi polos.

Baca Juga:  Ramadhan dan Tahun-tahun Penuh Ketakutan

Setelah kejadian itu, setiap kali organisasi dapat undangan seminar, maka Mukicoi adalah nama yang direkomendasi untuk mendatanginya. Karena setelah acara dia pasti membawa oleh-oleh untuk teman-temannya.

Pelajaran lain yang diajarkan Mukicoi kepada kami adalah, bagaimana mendapatkan menu buka puasa secara gratis. Ini memang benar-benar kelebihan Mukicoi. Kami tidak tahu, dimana ia berguru soal ini.

Pertama. Kita perlu tahu di mana masjid-masjid atau mushola-mushola yang menyediakan takjil dan buka puasa gratis. Sebagai pemmbuka, berkelilinglah melawati masjid-masjid atau mushola dan berhenti sejenak di depannya. Kalau ada sampah makanan berserakan di sekitar masjid, dipastikan masjid itu menyediakan takjil dan buka puasa gratis. Kalau malu, berpura-puralah untuk membuang sampah di tempat itu. Jangan lupa catat di buku catatan anda.

Kami awalnya tak percaya. Tapi Mukicoi mengeluarkan buku catatan kecil. Dan haha…isinya adalah daftar masjid di Kota Kediri yang menyediakan takjil dan buka puasa secara gratis.  Buku catatan itu sudah “diupdate” tiap tahun.

Kedua. Ada beberapa masjid atau mushola yang membagi takjil dan makanan setelah sholat magrib. Ketika menemukan tempat seperti itu, maka berusahalah datang terlambat. Saat sholat jamaah segeralah berbuka puasa dulu. Kalau ada kesempatan, masukkan satu kotak nasi ke dalam tas untuk bekal sahur. Bukankah itu mencuri? Bagi Mukicoi tidak. Karena makanan-makanan yang ada memang diperuntukkan untuk orang yang sedang berpuasa.

Baca Juga:  Tersesat di Bungurasih

“Ini hanya soal kecerdasaan saja,” kata Mukicoi enteng.

Usai sholat, pengurus masjid pasti akan menawarkan dan menyodorkan makanan untuk anda lagi. Dan jangan lupa setelah makan dan mau meninggalkan tempat bertanyalah apakah tempat itu menyediakan makanan gratis juga waktu sahur. Kalau ya, anda bisa memasukkan di buku catatan.

Dua tips itu memang terkesan “gila”. Tapi, itulah yang diajarkan Mukicoi kepada kami. Silahkan anda praktikkan, mungkin bermanfaat. Kata Mukicoi saat tahu tipsnya kusebarkan, ia hanya berdoa semoga amal ibadah puasa kita diterima oleh Allah. Selamat menunaikan Ibadah puasa Ramadan 1438 H.

____________

*) Penulis adalah adalah tipe orang yang serius, kini hidup bahagia bersama keluarga di Kota Kediri.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *